Dari Meja Redaksi ke Panggung Desa, Wartawan Hukrim Jufri Mantak Daftar Pilhut di Wineru

Jufri Mantak hadir di Sekretariat Panitia Pilhut Desa Wineru bersama keluarga dan puluhan pendukungnya untuk resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Hukum Tua.

Minahasa, SatuUntukSemua.id – Konstelasi Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Wineru, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, semakin dinamis. Hingga saat ini, tercatat sudah lima bakal calon yang menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilhut Desa Wineru.

Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Jufri Mantak. Jufri Mantak hadir di Sekretariat Panitia Pilhut Desa Wineru bersama keluarga dan puluhan pendukungnya untuk resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Hukum Tua. Kehadiran rombongan Jufri berlangsung tertib dan disambut langsung oleh panitia.

Sosok Jufri Mantak bukan nama asing di kalangan pers Sulawesi Utara. Ia dikenal luas sebagai wartawan liputan hukum dan kriminal (Hukrim) yang telah malang melintang di dunia jurnalistik, khususnya di bidang investigasi. Selama bertahun-tahun, Jufri aktif meliput berbagai kasus di lingkungan Polda Sulawesi Utara. Ketajaman analisis dan keberaniannya membongkar fakta di lapangan membuat namanya diperhitungkan di kalangan jurnalis.

Kini, Jufri Mantak memilih untuk mengabdikan pengalaman dan jejaring yang ia miliki ke kampung halaman. Dengan latar belakang sebagai wartawan investigasi, ia mengaku terpanggil untuk ikut membangun Desa Wineru.

Visi yang ia usung adalah “Desa Maju dan Berbudaya”. Visi tersebut ia jabarkan sebagai desa yang tidak hanya berkembang secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga kuat dalam menjaga adat, budaya, serta menjunjung tinggi transparansi dan hukum.

Pendaftaran Jufri Mantak menambah daftar persaingan di Pilhut Wineru. Dengan lima bakal calon yang sudah masuk, atmosfer demokrasi di tingkat desa mulai terasa. Panitia Pilhut Desa Wineru akan melanjutkan tahapan verifikasi berkas terhadap seluruh bakal calon yang telah mendaftar sebelum masuk ke tahapan selanjutnya.

Keikutsertaan Jufri Mantak dinilai membawa warna tersendiri dalam Pilhut kali ini. Pengalamannya menyoroti persoalan hukum diharapkan mampu ia terapkan dalam tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berpihak kepada masyarakat.

“Saya mendaftar karena panggilan hati untuk membangun kampung sendiri. Selama ini saya bekerja sebagai wartawan hukum dan kriminal, terbiasa melihat persoalan dari dekat, terbiasa mencari solusi berdasarkan fakta,” jelas Jufri.

Menurutnya, pengalamannya selama menjadi jurnalis Hukrim yang ingin dirinya bawa ke Desa Wineru.

“Visi saya jelas, Desa Maju dan Berbudaya. Maju pembangunannya, kuat ekonominya, tapi budaya dan adat tidak boleh hilang. Pemerintahan desa juga harus transparan dan taat hukum. Saya maju bersama keluarga dan dukungan masyarakat. Jika dipercaya, saya siap kerja penuh untuk Wineru,” tambah Jufri.

Dari ruang sidang dan TKP ke meja pendaftaran Pilhut, langkah Jufri Mantak menandai babak baru pengabdiannya. Latar belakangnya sebagai wartawan investigasi menjadi modal untuk menghadirkan tata kelola desa yang transparan dan berani. Dengan visi “Desa Maju dan Berbudaya”.

Ia menawarkan Wineru yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berakar kuat pada nilai luhur. Kini, keputusan berada di tangan warga. Pilhut Wineru bukan sekadar memilih Hukum Tua, melainkan menentukan arah masa depan desa. (***)

Pos terkait