Manado, SatuUntukSemua.id – Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan Fraksi Partai Golkar melalui aksi nyata di lapangan. Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Sulawesi Utara, turun langsung menyalurkan bantuan ke sejumlah titik terdampak di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa, Senin (13/04/2026).
Beberapa lokasi dikunjungi CEP dalam rangkaian aksi kemanusiaan tersebut. Lokasi yang disambangi adalah Sekolah St. Laurentius di Kelurahan Ranomuut, Manado. Di lokasi ini, CEP menyerahkan bantuan untuk mendukung pemulihan fasilitas pendidikan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan sarana belajar agar para siswa bisa kembali beraktivitas secara normal.
Tak berhenti di situ, CEP melanjutkan perjalanan ke Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Rumengkor, Kabupaten Minahasa. Di hadapan pastor dan jemaat, ia menyerahkan puluhan paket sembako yang diperuntukkan bagi warga sekitar yang terdampak.
Selain sembako, CEP juga menyerahkan bantuan uang tunai yang secara khusus dialokasikan untuk perbaikan plafon gereja yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu.
Dari rumah ibadah, CEP bergerak ke permukiman warga. Ia menyempatkan diri berdialog dan melihat langsung kondisi rumah-rumah yang mengalami kerusakan. Di sela kunjungan, bantuan kembali diserahkan kepada masyarakat terdampak guna meringankan beban mereka.
Momen haru terjadi saat mantan Bupati Minahasa Selatan dua periode itu bertemu dengan keluarga korban meninggal dunia akibat bencana. CEP secara langsung memberikan santunan dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Rangkaian kunjungan ini menjadi bukti bahwa kehadiran wakil rakyat tidak hanya saat masa kampanye, melainkan juga di tengah duka masyarakat. Bantuan yang disalurkan Fraksi Golkar melalui CEP menyasar tiga sektor penting: pendidikan, rumah ibadah, dan kebutuhan dasar warga.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk kepedulian nyata Fraksi Golkar terhadap masyarakat yang sedang berduka. Bencana ini menyentuh semua sisi kehidupan. Ada sekolah yang rusak, gereja yang terdampak, rumah warga yang hancur, bahkan ada keluarga yang kehilangan anggota tercinta,” kata CEP.
Bantuan yang dibawa juga menyentuh semua aspek tersebut. Mulai dari pemulihan fasilitas pendidikan di St. Laurentius, perbaikan gereja di Rumengkor, sembako untuk warga, hingga santunan bagi keluarga korban.
“Saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi semangat untuk bangkit kembali. Golkar akan selalu hadir untuk rakyat,” tambah CEP.
Langkah CEP menyusuri sekolah, gereja, hingga rumah warga yang terdampak menegaskan makna pengabdian di luar gedung parlemen. Bantuan yang disalurkan Fraksi Golkar bukan sekadar paket sembako atau uang tunai, melainkan wujud empati yang hadir tepat saat masyarakat membutuhkan.
Dari Manado hingga Minahasa, pesan yang dibawa CEP sama: duka ini ditanggung bersama, dan pemulihan akan dikerjakan bersama. Di tengah bencana, kehadiran dan kepedulian menjadi harapan yang paling dibutuhkan untuk kembali berdiri. (***)
