Ketua Mitra MBG Tomohon Klarifikasi KLB di Kolongan I, Tegaskan Prosedur Keamanan Makanan

Tomohon,satuuntuksemua.id — Ketua Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Tomohon, Frits Tahupia, memberikan klarifikasi terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi beberapa hari lalu pada Kolongan satu. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan akurat. Menurut Frits, dapur Kolongan I melayani sebanyak 12 sekolah.

Namun dari jumlah tersebut, hanya tiga sekolah yang terdampak KLB, sementara sembilan sekolah lainnya berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami masalah.
“Kami meminta teman-teman media untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi ke publik. Dari 12 sekolah yang dilayani, hanya tiga sekolah yang terkena KLB, selebihnya aman,” ujar Frits.

Sebagai Ketua Mitra MBG Kota Tomohon, ia menjelaskan bahwa pihaknya bersama asosiasi mitra telah berulang kali menyampaikan standar operasional prosedur (SOP) yang harus diterapkan sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.

Prosedur tersebut mencakup seleksi ketat terhadap mutu bahan pangan yang masuk ke dapur, seperti sayur-mayur, ikan, ayam, serta bumbu-bumbu kering, untuk memastikan semuanya layak konsumsi dan tidak kedaluwarsa.

Selain itu, Frits menekankan pentingnya uji petik makanan oleh relawan dapur sebelum makanan dikirim ke sekolah. Idealnya, uji petik dilakukan sekitar dua jam sebelum waktu makan penerima manfaat.

“Misalnya makanan disalurkan pukul 07.00 pagi, sementara anak PAUD makan sekitar pukul 08.30 sampai 09.00, maka relawan dapur harus lebih dulu mencicipi makanan yang sama. Ini untuk memastikan makanan aman sebelum dikonsumsi siswa,” jelasnya.

Langkah ini, lanjut Frits, juga menjadi bentuk antisipasi apabila terjadi KLB. Jika relawan lebih dulu merasakan gejala, maka distribusi makanan dapat segera dihentikan sebelum sampai ke sekolah.

Ia mengakui masih ada mitra dapur yang belum sepenuhnya memahami atau menjalankan prosedur tersebut secara konsisten, sehingga menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti insiden yang terjadi baru-baru ini.

“Atas nama Ketua Mitra MBG Kota Tomohon dan dapur MBG, saya menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, orang tua, dan pihak-pihak yang terdampak akibat kejadian ini,” kata Frits.

Ia menegaskan komitmen para mitra MBG untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan, agar Program Makan Bergizi Gratis sebagai program pemerintah dan Presiden Republik Indonesia dapat berjalan sesuai harapan serta benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Saat ini, program MBG di Kota Tomohon tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga telah diperluas kepada ibu menyusui, ibu hamil, serta balita non-PAUD. Setiap dapur MBG bahkan telah melayani rata-rata lebih dari 2.000 penerima manfaat. Di akhir pernyataannya, Frits juga mengimbau insan pers untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang dan terkonfirmasi.

“Kami berharap teman-teman media dapat menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan keresahan,” pungkas Frits.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *