Potensi Urban Farming Kota Manado Cukup Besar

Oleh: Rando Mapaliey, Ketua IKA GMNI Manado

SATUUNTUKSEMUA.ID – Urban farming adalah praktik bercocok tanam atau beternak hewan ternak di sekitar kawasan perkotaan, dengan tujuan menghasilkan makanan, produk pertanian lainnya, serta memberikan manfaat lingkungan dan sosial bagi komunitas kota.

Jika diselami lebih jauh, Potensi urban farming di Kota Manado cukup besar, dengan dukungan dari pemerintah, peluang pemanfaatan lahan, dan permintaan pasar yang terbuka.

Berikut uraian sederhana mengenai potensi Urban Farming Kota Manado, yang dibreakdown sebagai berikut antara lain:

1. Dukungan Pemerintah

– Pemkot Manado mendukung secara aktif, seperti melalui panen perdana program urban farming dan pemanfaatan rooftop kantor Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan untuk menanam sayuran sebagai contoh bagi masyarakat.

– Selain itu, Pemerintah juga mengantisipasi kendala seperti kekeringan akibat El-Nino dengan menyediakan bantuan air dan koordinasi antar dinas.

2. Peluang Lahan

– Banyak lahan yang dapat dimanfaatkan, seperti lahan kosong bekas tempat pembuangan sampah yang telah diubah menjadi lahan urban farming, seperti yang dilakukan di Kelurahan Tuminting.

– Selain itu, rooftop gedung, halaman rumah, dan lahan sempit lainnya juga dapat dimanfaatkan dengan teknik seperti hidroponik atau vertikultur.

3. Permintaan Pasar

– Permintaan akan produk pertanian lokal cukup tinggi, terlihat dari dominasi hasil pertanian dalam transaksi di Pasar Lelang Komoditi Agro (PLKA) dan kebutuhan masyarakat akan sayuran serta rempah segar.

– Selain itu, masyarakat juga semakin menyadari pentingnya konsumsi makanan sehat tanpa pestisida, sehingga produk dari urban farming memiliki peluang pasar yang baik.

4. Dukungan dari Instansi dan Komunitas

– Program seperti BRInita dari BRI dan bantuan bibit cabe dari Maporina Sulut turut mendukung pengembangan urban farming di kota ini, baik dari sisi pendanaan maupun penyediaan input pertanian.

* Kesimpulan

Urban farming tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan segar dan meningkatkan akses makanan bergizi, tetapi juga dapat mengurangi panas kota, mempercantik lingkungan, serta menjadi sarana edukasi dan pembentukan komunitas.

Di sisi lain, juga memiliki potensi untuk mengintegrasikan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *