LSI Denny JA: Di Atas 65% Menolak Pilkada DPRD, Penolakan Generasi Muda Diatas 70%

SATUUNTUKSEMUA.ID – Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat tidak setuju usulan Pilkada dipilih oleh DPRD, temuan ini dirilis, Rabu (7/1/2026).

Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa, mengungkapkan, Sebanyak 66,1% respoden menyatakan menolak usulan tersebut.

“Hasilnya, 66,1% menyatakan kurang setuju, tidak setuju atau tidak setuju sama sekali. Kemudian ada 28,6% menyatakan setuju atau sangat setuju. Kemudian 5,3% menyatakan tidak tahu, tidak jawab,” ucapnya.

Sementara itu, Ia juga menggarisbawahi, bahwa angka penolakan tinggi atau mayoritas.

“Jadi dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65% menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” bebernya.

Dia menyebutkan, Dalam opini publik, ketika melewati batas 60% daripada persetujuan publik, maka itu berarti efeknya itu sudah besar.

“Jadi 66,1% adalah angka yang besar ya, publik tidak setuju Pilkada dipilih DPRD,” pukasnya.

PENOLAKAN MUNCUL DARI BERBAGAI SEGMEN

Adrian Sopa mengatakan, Penolakan terhadap wacana perubahan sistem Pilkada itu juga datang dari lintas gender, baik laki-laki maupun perempuan.

“Kemudian baik yang di desa maupun yang di kota pun menolak. Isu ini tidak hanya milik masyarakat di perkotaan, tapi masyarakat desa juga,” urainya.

Peneliti LSI Denny JA inipun menambahkan, Penolakan kemudian datang dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah, maupun masyarakat berpenghasilan lebih tinggi.

“Begitu pula masyarakat berpendapatan yang lebih tinggi, jadi kalangan yang paling menolak wacana tersebut. Dari segmen generasi, Gen Z merupakan generasi yang paling keras menolak wacana tersebut dibandingkan generasi lainnya,” tuturnya.

“Gen Z sebanyak 84% menolak, Milenial sebanyak 71,4% menolak, Generasi X sebanyak 60% menolak, dan Baby Boomer sebanyak 63% menolak,” sambungnya.

METODE SURVEI

Survei dilakukan menggunakan metode Multi Stage Random Sampling yang melibatkan 1.200 Responden, dilakukan dengan wawancara tatap muka memakai kuesioner.

Margin of error kurang lebih 2,9% kemudian waktu pengumpulan data pada tanggal 10 hingga 19 Oktober 2025.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *