MANADO, SatuUntukSemua.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Manado Gerbong Wisma Trisakti secara resmi melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) pembentukan Komisariat Caretaker Politeknik Negeri Manado.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Warkop BRMANO, Kecamatan Sario, sebagai langkah penting dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan pergerakan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi setempat.
Penyerahan amanah ini menandai dimulainya masa bakti tim caretaker yang akan memikul tanggung jawab mengemban tugas dan fungsi organisasi di lingkungan kampus Politeknik Negeri Manado.
Dua kader telah dipercaya memegang pimpinan, yaitu Anugerah Goli sebagai Ketua Komisariat Caretaker, dan Febrian Lumairo sebagai Sekretaris Komisariat Caretaker.
Penyerahan SK ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkahkah awal yang strategis dalam mengemban tanggung jawab kelembagaan organisasi.
Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat konsolidasi di antara seluruh kader dan simpatisan, sekaligus menumbuhkan kembali semangat perjuangan yang tak boleh padam di tengah dinamika kehidupan kampus yang terus berubah.
Ketua DPC GMNI Manado Periode 2025-2027 Matthew Liling mengatakan, Bung Karno dulu mengingatkan, Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
“Semangat inilah yang diharapkan menyertai langkah baru ini, bahwa sekelompok pemuda yang bersatu dan berjuang dengan tulus mampu membawa perubahan yang berarti, sekecil apa pun wadah tempat mereka berjuang,” ucapnya.
“Semoga amanat yang telah dipercayakan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi yang tinggi, dan semangat Marhaenisme yang tak pernah luntur,” sambungnya.
Dia kembali mengingatkan, Bung Karno dulu pernah berpesan, Bermimpilah setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.
“Harapan besar tertumpu pada pundak kader-kader muda ini untuk terus memimpikan dan memperjuangkan keadilan di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas,” pesannya.
“Kehadiran GMNI di kampus bukan sekadar kehadiran sebuah organisasi, melainkan kehadiran semangat kritis, kebebasan berpikir, dan keberanian menyuarakan kebenaran,” lanjutnya.
Dia menambahkan, Sebagaimana Bung Karno tekankan, Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tetapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.
“Kesadaran inilah yang harus senantiasa melekat dalam setiap langkah perjuangan di lingkungan kampus. Terus bergerak, terus berjuang, dan tetap setia pada cita-cita perjuangan rakyat. Prinsip Menyulam Persatuan dan Merajut Perjuangan akan selalu menjadi pedoman utama setiap langkah yang diambil oleh seluruh kader GMNI, baik di tingkat cabang maupun komisariat,” tegasnya.
Dirinya menuturkan, Bung Karno pernah menegaskan, Satu-satunya tempat di mana kesuksesan datang sebelum kerja adalah dalam kampus.
“Keberhasilan perjuangan ini hanya akan diraih melalui kerja nyata, kesetiaan, dan pengorbanan yang tulus. Semoga Komisariat Caretaker Politeknik Negeri Manado dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi rumah bagi mahasiswa yang kritis, berpihak pada kebenaran, dan siap berjuang demi kemerdekaan yang sesungguhnya. Marhaenisme tidak hanya sekadar doktrin, melainkan api yang terus menyala di dada setiap pejuang rakyat,” kuncinya. (Red2)
