JAKARTA, SatuUntukSemua.id – Otoritas Jasa Keuangan, OJK, menilai kondisi sektor jasa keuangan nasional masih stabil. Penilaian itu di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan tekanan harga komoditas.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 29 Juli 2026. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas.
Hal itu terjadi setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran gagal pada awal Juli 2026. Eskalasi konflik tersebut ikut mendorong harga minyak naik.
Selain itu, premi risiko global juga masih berada di level tinggi.
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional, IMF, pada Juli 2026 menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026.
Proyeksi terbaru IMF berada di angka 3 persen. Angka ini turun dari proyeksi April 2026 yang sebesar 3,1 persen.
“Perang yang berkepanjangan menjadi salah satu faktor yang menekan prospek pertumbuhan ekonomi global. Namun, perkembangan investasi di sektor artificial intelligence, AI, menjadi salah satu upside risk yang dapat menyeimbangkan prospek tersebut,” ujar Friderica.
Selain konflik geopolitik, pasar global juga dibayangi kebijakan tarif baru Amerika Serikat. Kebijakan itu menyasar 60 negara mitra dagang. Tarif baru ini menggantikan tarif sementara yang berakhir pada 24 Juli 2026. Kondisi tersebut berpotensi membuat harga komoditas tetap volatil. Tekanan di pasar energi global juga diperkirakan masih berlanjut.
Friderica menjelaskan, perkembangan ekonomi global saat ini tidak merata antarnegara. Aktivitas manufaktur di negara maju mulai menunjukkan perbaikan yang lebih kuat. Sementara pertumbuhan sektor manufaktur di negara berkembang masih terbatas.
Di Amerika Serikat, inflasi mulai melandai dengan aktivitas ekonomi yang relatif stabil.
Sementara di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 berada di level terendah sejak akhir 2022. Konsumsi dan investasi swasta di Tiongkok masih lemah.
Ekspor masih menjadi penopang utama perekonomian Tiongkok. (***)
