Waketum PP AMPG: Kompas Golkar 2029 Adalah Tambah Suara dan Tambah Kursi

Ilham Akbar Mustafa, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG)

MANADO, SatuUntukSemua.id — Di tengah tarikan politik menjelang 2029, Partai Golkar memilih menegaskan kembali arah geraknya. Bukan euforia kemenangan yang dikejar, melainkan kalkulasi elektoral yang terukur, menambah suara dan menambah kursi.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ilham Akbar Mustafa, saat hadir di salah satu ruang podcast di Manado, Selasa (14/7/2026).

Menurut Ilham, arah tersebut merupakan instruksi langsung Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Di bawah kepemimpinan Bahlil, kata dia, Golkar didorong keluar dari rutinitas seremonial menuju kerja-kerja struktural yang menyentuh basis.

“Target kita bukan sekadar menang. Target Golkar 2029 adalah tambah suara, tambah kursi,”ujarnya.

Bagi Ilham, kejelasan target menjadi kompas politik. Ketika sasaran ditetapkan, maka seluruh instrumen partai, dari pusat hingga desa, dapat dioperasionalkan secara sistematis. Ujungnya, menurut dia, adalah implementasi program yang berdampak pada kesejahteraan rakyat.

“Kalau targetnya jelas, maka program partai juga bisa kita realisasikan. Ujungnya adalah kesejahteraan rakyat. Itu yang terus ditekankan oleh Ketum,” lanjutnya.

Ilham juga menyorot figur Bahlil sebagai pemimpin dengan rekam jejak ganda. Pengalaman di politik dan dunia usaha, sebutnya, menjadi modal bagi Golkar untuk membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga kuat secara manajerial.

“Ketum ini petarung. Di politik sudah teruji, di bisnis juga sudah dilalui. Itu yang membuat beliau memahami bagaimana membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara politik, tapi juga kuat secara manajerial dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Pekerjaan rumah Golkar kini adalah memperkuat kelembagaan hingga akar rumput. Tanpa konsolidasi dan kaderisasi sejak dini, target 2029 hanya akan menjadi wacana.

“Konsolidasi harus jalan sekarang, kaderisasi harus jalan sekarang. Karena 2029 bukan waktu yang lama. Golkar harus hadir, bekerja, dan terbukti membawa kesejahteraan. Itu amanah dan itu target kita bersama,” pungkas Ilham.

Di ujung konsolidasi itu, arah Golkar 2029 menjadi semakin terang. Bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan membangun mesin politik yang bekerja dari desa hingga pusat, dari sekretariat hingga ke rumah rakyat.

Dengan kepemimpinan yang menuntut disiplin, kaderisasi yang menuntut regenerasi, dan kerja-kerja yang menuntut bukti, Partai Golkar diuji untuk membuktikan diri sebagai partai yang tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi hadir setiap hari dalam menjawab kebutuhan rakyat. Karena pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang paling lantang berpidato, melainkan siapa yang paling konsisten bekerja. (***)

Pos terkait