Rumor Hijrah Menguat, Rosa Tegaskan Sikap: Bertahan Jika Masih Dipercaya Golkar

Ilustrasi. Poster digital terkait isu Robby Sangkoy dikaitkan dengan Partai Gerindra.

Minsel, SatuUntukSemua.id — Konstelasi politik Kabupaten Minahasa Selatan memanas. Nama Roby Sangkoy, politisi senior Partai Golkar yang akrab disapa Rosa dan kini duduk sebagai Anggota DPRD Minsel, masuk dalam pusaran spekulasi manuver politik. Isu kepindahan ke Partai Gerindra kian kencang berembus.

Rosa akhirnya buka suara. Ia menegaskan secara organisatoris dirinya masih berada di bawah panji pohon beringin. Namun pernyataan itu ia bingkai dengan kalkulasi politik yang realistis.

“Saya masih di Golkar. Itu posisi saya hari ini,” tegas Rosa saat dikonfirmasi di Minsel.

Kader beberapa periode legislatif itu tidak menutup ruang negosiasi. Ia menilai peta koalisi dan konsolidasi partai masih cair. Jarak ke Pileg 2029 memberi ruang manuver bagi semua aktor politik.

“Kita lihat dinamika ke depan. konfigurasi politik masih sangat mungkin berubah,” ujarnya.

Pernyataan paling strategis keluar saat Rosa meletakkan masa depannya pada logika kebutuhan partai. Bahasa yang ia gunakan jelas mencerminkan kaidah realpolitik.

“Jika Partai Golkar masih membutuhkan pengabdian saya, saya akan bertahan dan terus mengabdi. Tetapi jika saya sudah tidak lagi dianggap dibutuhkan oleh partai, maka tidak menutup kemungkinan saya akan mengambil haluan politik baru,” ungkapnya blak-blakan.

Bagi Rosa, politik bukan arena romantisme ideologi, melainkan arena kepentingan yang dinamis.

“Dalam politik tidak ada kawan abadi, tidak ada lawan abadi. Yang abadi hanya kepentingan. Saya sudah beberapa kali mengemban amanah di DPRD. Tujuan saya tetap satu: bagaimana kebijakan yang lahir benar-benar mensejahterakan rakyat, terutama konstituen yang telah memberi kepercayaan kepada saya,” pungkasnya.

Ia kembali mengunci pernyataannya dengan nama pimpinan. Bola keputusan kini ia oper ke DPD Partai Golkar Sulut.

“Selama pimpinan DPD Partai Golkar Sulawesi Utara di bawah Ibu Michaela Elsiana Paruntu atau MEP masih membutuhkan saya, maka saya tetap berada di Golkar. Sebaliknya, jika pintu pengabdian itu tertutup, maka saya akan mencari labuhan politik yang baru,” tegas Rosa.

Sinyal yang dilempar Rosa jelas: loyalitas bersifat timbal balik. Kini giliran mesin Beringin Minsel yang harus bergerak. Apakah Golkar akan merapatkan barisan dan mempertahankan kader seniornya, atau justru membiarkan Rosa berlabuh ke pelukan Gerindra?

Satu hal pasti: dinamika politik Minsel belum selesai. Dalam politik, keputusan hari ini bisa berbalik 180 derajat esok pagi. (***)

Pos terkait