Manado, SatuUntukSemua.id – Menteri Kebudayaan (Menbud) Kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yakni Fadli Zon guna meresmikan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara, hari Jumat malam.
Kehadiran beliau menjadi penanda baik, bahwa identitas budaya melalui peresmian ini menjadi tanda hubungan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dengan Pemerintah Pusat sangat baik alias harmonis.
Kegiatan tersebut dimulai pukul 19.00 WITA sampai selesai, bertempat di Jalan W.R. Supratman 72, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, dibuka oleh semua elemen keyakinan agama.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus menuturkan, Saya ingat waktu belum dilantik saya langsung dikasih PR oleh Pak Menteri Fadli Zon terkait isu bakal dijualnya Museum Sulut.
“Setelah Saya Pelajari, meski sejujurnya awalnya saya sulit mengulik sejarahnya, tidak ada komputer. Berangkat dari situ, kami anggarkan pada anggaran perubahan,” ucap Gubernur Yulius Selvanus.
Top Leader di Bumi Nyiur Melambai tersebut kembali bercerita mengenai historinya, Dari sana, Saya ingin membuat Museum ini menjadi bagus serta layak.
Ia melanjutkan, Dari depan tampak keagungan nya, Perjuangan panjang saya kumpulkan data, ini kolaborasi konvensional dan modern.
“Cukup lama mengumpulkan budayawan dan sejarawan, 90 persen sudah tercatat Pak Menteri dengan rapi, tentunya Pak Menteri ini adalah kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara,” beber jebolan baret merah Kopasus itu.
Fadli Zon mengatakan, Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemprov Sulut, terutama kepada Gubernur Sulawesi Utara.
“Ini merupakan inisiatif terhadap memajukan kebudayaan di Sulawesi Utara. Tahun lalu saya melihat museum ini belum tuntas, tapi saya yakin museum ini bukan hanya terbaik di Pulau Sulawesi, tapi Nusantara,” ucapnya.
Dia memberikan sebuah penegasan jelas, Tahun depan pasti, Museum Sulawesi Utara akan dapat dana alokasi khusus. Kalau Museum begini standartnya A, Ekosistemnya perlu kita bangun, dengan senang hati berada disini kita berasa nyaman.
“Kedepan Museum Sulawesi Utara akan menarik perhatian, museum ini adalah suatu kantong ke kebudayaan. Kita lihat di negara-negara maju, museum pada negara maju museum selalu berada pada etalase depan, Sulawesi Utara ini sudah mempunyai peradaban panjang,” tutupnya.






