Peringati Hari Buruh, CEP : Di Balik Ekonomi Sulut Ada Keringat Pekerja

Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Anggota DPR RI Komisi VI.

Manado, SatuUntukSemua.id — Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), menyampaikan pesan khusus untuk seluruh pekerja dan buruh di Bumi Nyiur Melambai.

CEP menegaskan, buruh adalah pilar utama penggerak ekonomi daerah dan nasional. Tanpa keringat pekerja di pabrik, pelabuhan, perkebunan, hingga UMKM, roda ekonomi Sulut tidak akan berputar. Karena itu, momentum 1 Mei harus jadi pengingat bersama bahwa kesejahteraan pekerja tidak boleh diabaikan, Jumat (01/04/2026).

Menurut CEP, masih banyak tantangan yang dihadapi kaum buruh di Sulut. Mulai dari isu upah layak, jaminan sosial, keamanan kerja, hingga kepastian hubungan industrial yang adil. CEP mendorong pemerintah daerah, pengusaha, dan serikat pekerja untuk duduk bersama memperkuat dialog tripartit. Tujuannya, mencari solusi konkret atas setiap persoalan ketenagakerjaan.

CEP juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi pekerja sektor informal dan UMKM. Sebab, mayoritas tenaga kerja di Sulut berada di sektor ini. Akses terhadap pelatihan, permodalan, dan jaminan kesehatan bagi pekerja informal harus jadi prioritas kebijakan ke depan.

Di tingkat pusat, CEP berkomitmen mengawal setiap regulasi agar berpihak pada pekerja. Politik, kata CEP, harus hadir memberi solusi, bukan menambah beban bagi kaum buruh yang setiap hari berjuang untuk keluarga.

“Selamat Hari Buruh untuk seluruh pekerja di Sulut. Torang ingatkan, kesejahteraan buruh adalah kesejahteraan torang samua. Jangan cuma diingat tiap 1 Mei. Pemerintah, pengusaha, deng serikat pekerja harus baku-baku bae, cari jalan tengah,” ucap CEP.

Menurut CEP, upah yang layak, jaminan sosial, keamanan kerja itu hak dasar para buruh.

“Apalagi pekerja UMKM dan informal, dorang juga butuh dilindungi. Saya di DPR RI akan terus kawal agar kebijakan pro-pekerja. Karena kalau buruh sejahtera, ekonomi Sulut pasti kuat,” tegas CEP.

Peringatan Hari Buruh 2026 jadi momentum refleksi: sudah sejauh mana negara hadir untuk kaum pekerja. Pesan CEP jelas, hargai keringat buruh dengan kebijakan yang adil dan berpihak. Sebab di balik setiap produk, setiap layanan, dan setiap pertumbuhan ekonomi, ada tangan-tangan pekerja yang tak boleh dilupakan.

“Dari Bitung sampai Bolaang Mongondow, dari pabrik sampai warung, buruh Sulut berhak sejahtera. Dan tugas kita bersama memastikan itu terwujud, bukan sekadar janji tiap May Day,” tutup CEP. (***)

Pos terkait