Bitung, SatuUntukSemua.id – Komitmen membangun birokrasi bersih dan melayani terus diperkuat Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bitung. Pada Rabu (15/04/2026), Kepala Kantor Pertanahan Kota Bitung, Steven O. K. Wowor, memimpin langsung Rapat Monitoring Pembangunan Zona Integritas yang digelar di ruang rapat kantor.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pejabat pengawas terkait dan menjadi agenda krusial dalam perjalanan Kantah Bitung menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Evaluasi progres pembangunan Zona Integritas dilakukan menyeluruh, menyasar setiap indikator penilaian yang ditetapkan Kementerian PAN-RB.
Steven menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan syarat administratif. Bagi Kantah Bitung, ini adalah kebutuhan dasar organisasi untuk memastikan seluruh proses layanan pertanahan bebas dari praktik pungutan liar dan korupsi. Integritas seluruh jajaran menjadi kunci untuk memberikan kepastian hukum serta kenyamanan maksimal bagi masyarakat Bitung.
Dalam rapat, masing-masing pejabat pengawas memaparkan capaian tim serta kendala yang dihadapi di lapangan. Proses monitoring berjalan mendalam, termasuk meninjau efektivitas inovasi digital yang telah diimplementasikan beberapa bulan terakhir. Mulai dari layanan online, keterbukaan informasi biaya, hingga sistem pengaduan, semua dibedah untuk memastikan berjalan sesuai standar pelayanan prima.
Setiap hambatan teknis yang muncul didiskusikan secara kolaboratif. Solusi dirumuskan bersama agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu. Kepemimpinan langsung dari kepala kantor diyakini mampu mempercepat koordinasi lintas unit kerja dan menutup celah miskoordinasi.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Kantah Bitung menjaga standar pelayanan yang transparan dan akuntabel. Dengan fondasi yang sudah kuat, kantor menargetkan naik kelas meraih predikat WBBM pada periode penilaian tahun ini.
“Pembangunan Zona Integritas bukan formalitas. Ini kebutuhan organisasi agar layanan pertanahan benar-benar bersih dari pungli dan korupsi. Seluruh jajaran saya tekankan untuk jaga integritas, karena itu yang memberi kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat Bitung,” tegas Wowor.
Lanjut Wowor, monitoring ini untuk pastikan semua indikator WBBM terpenuhi, termasuk efektivitas inovasi digital yang sudah jalan.
“Tidak ada ruang untuk kompromi soal pelayanan. Target kita jelas, WBBM harus diraih tahun ini dengan kerja nyata,” tambah Wowor.
Rapat monitoring yang dipimpin langsung Kepala Kantor menjadi penanda bahwa pembangunan Zona Integritas di Kantah Bitung dikawal dari level tertinggi. Sinergi antar tim, penguatan SDM, dan digitalisasi layanan menjadi tiga pilar utama menuju WBBM.
“Jika konsistensi ini dijaga, masyarakat Bitung akan menjadi penerima manfaat pertama: layanan pertanahan yang cepat, mudah, transparan, dan bebas dari praktik koruptif,” tutup Wowor.
Predikat WBBM bukan tujuan akhir, melainkan bukti bahwa reformasi birokrasi telah bekerja untuk rakyat. (***)
