Redaksi Satuuntuksemua.id
TOMOHON,
Memperingati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) dan hari ulang tahun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ke-27, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Pengurus Daerah (PD) Tomohon gelar upacara adat di Nimawanua Kakaskasen, wilayah Komunitas Masyarakat Adat Tou Kinaskas, Selasa (17/03/26).
Mengusung tema “Si Tou Mamuali Tou”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi nilai-nilai leluhur sekaligus penegasan peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan adat Minahasa, khususnya di wilayah adat Tomohon.
Ketua BPAN Tomohon, Belarmino Lapong, menjelaskan bahwa tema yang diangkat mengandung filosofi mendalam yang bersumber dari pesan leluhur Minahasa, “Nuwu i Tua”.
“Si Tou Mamuali Tou berarti manusia harus benar-benar menjadi manusia seutuhnya. Ini menjadi dasar dalam hidup berorganisasi dan berkomunikasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadatan dan warisan leluhur,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai tersebut juga menekankan pentingnya memperlakukan sesama manusia dan seluruh ciptaan Opo Empung dengan penuh penghormatan.
“Bagaimana kita memperlakukan diri kita dengan baik, seperti itu pula kita memperlakukan sesama. Selama darah Toar Lumimuut masih mengalir dalam diri kita, nilai-nilai leluhur harus terus dijaga,” tegasnya.
Belarmino juga menyampaikan pesan leluhur agar generasi muda tetap fokus pada jalan perjuangan masyarakat adat, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam.
“Kita harus menjaga tanah ini dan berdamai dengan alam. Banyak bencana yang terjadi merupakan akibat ulah manusia sendiri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan AMAN Wilayah Sulawesi Utara, Matulandi Supit, menyebut peringatan HKMAN telah menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Nusantara. Ia mengapresiasi inisiatif pemuda adat yang secara aktif menghidupkan kembali tradisi melalui upacara adat.
“Ini bagian dari upaya memaknai kembali nilai-nilai tradisi Minahasa. Ritual seperti ini adalah warisan para leluhur sebelum hadirnya agama baru. Meskipun masih ada stigma, justru peran pemuda adat menjadi sangat penting sebagai ujung tombak pelestarian budaya,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Piet Pungus dari Lembaga Adat Tombulu. Menurutnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan tradisi.
“Momentum HKMAN ini mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan nilai-nilai leluhur. Kami dari lembaga adat mendukung penuh upaya ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (Pukkat), Denny Pinontoan yang menyebut kegiatan ini sebagai momen langka namun sangat bermakna.
“Ini luar biasa, anak-anak muda masih memiliki semangat untuk melaksanakan upacara adat seperti ini, di tengah berbagai stigma yang masih ada,” ungkapnya.
Melalui momentum ini, Pemuda Adat Tomohon yang berasal dari sejumlah komunitas masyarakat adat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai adat sebagai bagian dari identitas dan perjuangan masyarakat adat di Minahasa.
