SATUUNTUKSEMUA.ID – Oskar Manoppo lahir di Boltim pada 12 Januari 1972, menjabat Wakil Bupati periode 2021-2024 dan kini menjabat sebagai Bupati Boltim.
Dirinya resmi bergabung dengan Partai Demokrat Februari 2022, menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Demokrat Sulut dan Koordinator Wilayah BMR.
Sebelumnya, Dia memiliki karir panjang sebagai PNS di bidang keuangan daerah, yang menjadi modal untuk memahami kebutuhan masyarakat dan membangun jaringan lokal.
Pada Pileg 2024, Demokrat di Boltim meraih sekitar 5.961 suara sah. Jika dibreakdown ke tiga Dapil, antara lain; Dapil I 2.378, Dapil II 2.459, Dapil III 1.124
Bupati Boltim tersebut fokus pada strategi yang mengedepankan keterkaitan langsung dengan masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, serta pembangunan kredibilitas melalui kinerja pemerintahan.
* Strategi Khusus Yang Diterapkan
1. Pembangunan Jaringan Berbasis Kepemudaan dengan Pendekatan Edukatif
– Aktivitas: Membentuk “Kelompok Peduli Demokrat” di 6 kecamatan Boltim, yang terdiri dari pemuda usia 18-35 tahun dari kalangan pelajar, pekerja muda, dan pengusaha UMKM. Kelompok ini mendapatkan pelatihan kepemimpinan, advokasi, dan manajemen program masyarakat secara berkala.
– Cara Kerja: Ia bekerja sama dengan kepala sekolah dan komunitas muda lokal untuk merekrut anggota. Selain itu, ia juga mengintegrasikan kelompok ini dalam kegiatan pembangunan daerah, seperti pendataan kebutuhan desa dan pelaksanaan bakti sosial.
– Hasil: Hingga awal 2026, telah terbentuk 15 kelompok dengan total anggota 450 orang, yang menjadi agen utama untuk menyebarkan informasi program partai dan mengumpulkan aspirasi masyarakat.
2. Program Kerja yang Terintegrasi dengan Kinerja Pemerintah Daerah
– Aktivitas
Satu, Sektor Pertanian: Menginisiasi program “Bantuan Bibit dan Pelatihan Pertanian Modern” untuk petani kakao dan kelapa sawit di Kecamatan Pinogaluman dan Mooat. Program ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian Boltim dan memberikan pelatihan metode budidaya efisien serta akses ke pasar lokal.
Dua, Sektor Pariwisata: Mengadvokasi pengembangan destinasi wisata alam seperti Air Terjun Wori dan Danau Linow sebagai bagian dari program pariwisata berkelanjutan. Oscar juga membantu mengatur kunjungan studi bagi pengelola wisata lokal ke daerah sukses lainnya.
Tiga, Peningkatan Tata Kelola: Sebagai Bupati, ia menekankan pentingnya akurasi dan kejujuran data dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), yang dijadikan bukti komitmen partai terhadap transparansi dan akuntabilitas.
– Hasil
300 petani mendapatkan bantuan bibit dan pelatihan, 3 destinasi wisata memiliki rencana pengembangan yang terstruktur, dan LPPD 2025 Boltim dinilai lebih berkualitas dan representatif.
3. Kampanye yang Dekat dengan Masyarakat Desa dan Berbasis Solusi
– Aktivitas
Pertama, Menggelar “Safari Demokrat” setiap bulan, mengunjungi desa-desa terpencil seperti Desa Lolayan dan Desa Kalawiran. Di setiap kunjungan, ia melakukan temu warga, mendengarkan keluhan, dan menjelaskan program partai dengan bahasa lokal yang mudah dimengerti.
Kedua, Membuka “Pos Layanan Demokrat” di setiap kecamatan, yang menjadi tempat masyarakat berkonsultasi tentang hukum, pendidikan, dan ekonomi, dengan dukungan dari kader hukum partai.
Ketiga, Catatan Penting: Pada Februari 2024, terdapat kasus narasi provokatif dalam kampanye di Kecamatan Modayag dan kekurangan izin cuti kampanye, yang menjadi pembelajaran untuk memperbaiki tata cara kampanye agar lebih sesuai dengan aturan dan prinsip demokrasi yang baik.
– Hasil
Telah menjangkau 50 desa di seluruh Boltim, dengan lebih dari 3.000 masyarakat terlibat dalam temu warga, dan Pos Layanan Demokrat telah menangani lebih dari 200 kasus konsultasi masyarakat.
4. Kolaborasi dengan Tokoh Lokal dan Organisasi Masyarakat
– Aktivitas
Satu, Menjalin kerja sama dengan pemuka adat seperti Kepala Suku Mongondow di setiap kecamatan untuk memastikan program partai sesuai dengan nilai budaya lokal dan mendapatkan dukungan masyarakat.
Dua, Bekerjasama dengan organisasi masyarakat seperti Serikat Petani Boltim dan Forum Peduli Anak untuk mengimplementasikan program kerja secara bersama-sama.
– Hasil
Terjalin kerja sama dengan 10 pemuka adat dan 7 organisasi masyarakat lokal, yang membantu memperluas jangkauan dan kredibilitas partai di berbagai lapisan masyarakat.
* Target dan Hasil yang Dicapai hingga Tahun 2026
– Peningkatan Kader Aktif
Dari 150 kader pada 2024 menjadi 450 kader pada awal 2026.
– Basis Dukungan
Survei internal menunjukkan dukungan terhadap Demokrat di Boltim meningkat dari 8% pada 2024 menjadi 18% pada awal 2026.
– Program yang Berjalan
4 program kerja utama telah beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, dengan
rencana perluasan ke sektor kesehatan dan pendidikan pada tahun 2027.
Cara Oskar Manoppo Mengatasi Tantangan Persepsi Negatif Akibat Kasus Kampanye 2024 di Boltim
* Latar Belakang Kasus
Pada Februari 2024, di Kecamatan Modayag terjadi narasi provokatif dalam kampanye Partai Demokrat, serta ditemukan beberapa kader yang melakukan kampanye tanpa izin cuti resmi.
Kasus ini menyebabkan sebagian masyarakat Boltim memiliki persepsi negatif terhadap partai, menganggapnya kurang profesional dan tidak menghormati aturan.
Pada kesempatan itu, Oskar Manoppo mengambil tanggung jawab penuh dan merancang strategi khusus untuk memperbaiki citra partai.
* Strategi Penyelesaian dan Pemulihan Persepsi
1. Transparansi dan Pengakuan Kesalahan Langsung
– Aktivitas
Pertama, Oskar Manoppo secara terbuka mengakui kesalahan dalam acara temu warga di Kecamatan Modayag pada Maret 2024, dihadapan masyarakat lokal dan tokoh adat.
Kemudian, Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut bukan merupakan kebijakan partai, melainkan kelalaian individu.
Kedua, Membuat laporan resmi tentang penyelidikan kasus tersebut dan mempublikasikannya melalui media lokal serta akun resmi partai dan pemerintah daerah.
Ketiga, Memberikan sanksi yang sesuai kepada kader yang terlibat (pelatihan ulang dan penangguhan tugas selama 6 bulan) dan memastikan hal ini tidak terulang.
– Hasil
Masyarakat memberikan respons positif terhadap sikap terbuka, dengan 70% responden dalam survei menyatakan bahwa pengakuan kesalahan tersebut meningkatkan rasa percaya terhadap kepemimpinan Oskar Manoppo.
2. Program “Demokrat Profesional dan Bertanggung Jawab”
– Aktivitas
Satu, Melaksanakan pelatihan wajib untuk seluruh kader Demokrat di Boltim tentang etika kampanye, peraturan pemilu, dan prinsip kerja partai yang sesuai dengan aturan hukum. Pelatihan ini dilakukan setiap 6 bulan dan diikuti oleh semua kader, termasuk pengurus tingkat desa.
Dua, Membuat buku pedoman “Kode Etik Kader Demokrat Boltim” yang berisi aturan jelas tentang cara berkomunikasi dengan masyarakat, menjalankan kampanye, dan bekerja sama dengan pihak lain.
Tiga, Menetapkan sistem pemantauan internal dengan pembentukan “Tim Pengawas Etika Partai” yang terdiri dari tokoh masyarakat independen dan kader senior.
– Hasil
Hingga awal 2026, tidak ada lagi kasus pelanggaran aturan kampanye di Boltim, dan 85% kader menguasai pedoman etika yang telah dibuat.
3. Pembangunan Citra Melalui Kinerja Nyata yang Terukur
– Aktivitas
Pertama, Oskar Manoppo mengutamakan implementasi program kerja yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat di wilayah yang terdampak kasus (Kecamatan Modayag).
Kedua, Membangun jalan desa sepanjang 5 km di Desa Modayag Timur
Ketiga, Membuka Pos Kesehatan Desa yang dilengkapi dengan fasilitas dasar
Keempat, Melaksanakan program bantuan beasiswa bagi 50 siswa di kecamatan tersebut
Kelima, Setiap bulan, Dirinya mengadakan rapat evaluasi terbuka dengan masyarakat Modayag untuk melaporkan kemajuan program dan mendengar masukan.
4. Komunikasi yang Konsisten dan Terbuka
– Aktivitas
Satu, Menggunakan media sosial dan media lokal untuk secara teratur membagikan informasi tentang aktivitas partai, termasuk langkah-langkah yang diambil untuk mencegah kesalahan masa lalu.
Dua, Gelar acara “Bincang Santai dengan Oscar Manoppo” setiap bulan di kecamatan berbeda, yang membahas berbagai topik termasuk bagaimana partai memperbaiki diri dan menjawab pertanyaan masyarakat secara terbuka.
Tiga, Menjalin kerja sama dengan wartawan lokal untuk menyebarkan informasi yang akurat tentang partai dan menghindari penyebaran hoaks atau informasi salah.
– Hasil
Jumlah pengikut akun resmi Demokrat Boltim di media sosial meningkat 3 kali lipat, dan sebagian besar komentar masyarakat menunjukkan persepsi yang semakin positif.
5. Kolaborasi dengan Elemen Masyarakat untuk Memperkuat Kepercayaan
– Aktivitas
Satu, Oskar bekerja sama dengan pemuka agama dan adat di Kecamatan Modayag untuk mengadakan acara bersama, seperti bakti sosial dan pengajian umum, yang menjadi ajang untuk membangun hubungan baik dan memperbaiki citra partai.
Dua, Mengundang tokoh masyarakat yang pernah mengkritik partai untuk bergabung dalam tim penasihat program partai, sehingga mereka dapat memberikan masukan langsung dan membantu memastikan program kerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
– Hasil
Terjalin kerja sama erat dengan 5 pemuka agama dan adat di Modayag, yang kini aktif mendukung program partai dan membantu menyebarkan informasi positif tentang Demokrat.
* Indikator Keberhasilan Pemulihan Persepsi
– Persepsi positif terhadap Demokrat di Boltim meningkat dari 45% pada 2024 menjadi 72% pada awal 2026.
– Jumlah masyarakat yang ingin bergabung menjadi kader meningkat 200% dibandingkan tahun 2024.
– Tidak ada lagi kasus pelanggaran etika atau aturan dalam aktivitas partai selama 2 tahun berturut-turut.
Strategi Model Pemulihan Persepsi Oskar Manoppo di Boltim untuk Seluruh Wilayah BMR
* Visi Model: “Dari Kesalahan Belajar, Menuju Kepercayaan Bersama”
Model ini dirancang agar dapat diadaptasi ke setiap wilayah di BMR dengan penyesuaian sesuai kondisi lokal, dengan fokus pada transparansi, koreksi nyata, dan kolaborasi dengan masyarakat.
* Kerangka Kerja Model yang Dapat Diimplementasikan
Tahap 1: Diagnosa dan Pengakuan yang Sistematis
– Langkah Umum
Pertama, Lakukan survei cepat di wilayah yang mengalami persepsi negatif untuk mengidentifikasi akar masalah, bentuk keluhan masyarakat, dan wilayah terdampak paling parah.
Kedua, Pimpin rapat terbuka dengan masyarakat dan tokoh lokal yang dihadiri oleh kepala struktur partai wilayah serta Oscar Manoppo sebagai koordinator BMR.
Ketiga, Publikasikan hasil survei dan pengakuan kesalahan secara resmi melalui media lokal, papan informasi desa, dan akun partai.
– Adaptasi Per Wilayah
Bolmong: Jika masalahnya terkait dengan kurangnya program di wilayah pedesaan, fokus pengakuan pada komitmen untuk memperbaiki akses program.
Bolmut: Jika masalahnya terkait dengan komunikasi yang tidak jelas, jelaskan secara terbuka dan berikan informasi yang akurat tentang program partai.
Bolsel dan Kotamobagu: Jika masalahnya terkait dengan kurangnya keterlibatan elemen tertentu, akui dan tunjukkan upaya untuk melibatkan mereka.
– Indikator
Survei selesai dalam 1 bulan, rapat terbuka diikuti minimal 200 masyarakat per wilayah.
Tahap 2: Standarisasi Program “Profesional dan Bertanggung Jawab”
– Langkah Umum
Satu, Salurkan pelatihan etika kampanye dan peraturan pemilu yang telah sukses di Boltim ke seluruh BMR. Tim relawan dari Boltim akan menjadi fasilitator pelatihan.
Dua, Buat versi yang disesuaikan dari “Kode Etik Kader Demokrat” untuk setiap wilayah, dengan menambahkan aturan khusus sesuai karakter lokal (misalnya penghormatan terhadap adat istiadat masing-masing daerah).
Tiga, Setiap wilayah membentuk “Tim Pengawas Etika Independen” yang terdiri dari tokoh masyarakat lokal, bukan hanya kader partai.
– Contoh Adaptasi
Pertama, Di wilayah dengan banyak masyarakat adat (seperti Bolsel), tambahkan aturan tentang cara berkomunikasi dan menjalankan aktivitas partai yang sesuai dengan nilai budaya lokal.
Kedua, Di Kota Kotamobagu (wilayah perkotaan), tambahkan pedoman tentang penggunaan media sosial yang tepat dan menghindari konten yang dapat menimbulkan konflik.
– Indikator
Semua kader di BMR mengikuti pelatihan dalam 6 bulan, tim pengawas etika beroperasi di setiap wilayah.
Tahap 3: Implementasi Program “Nyata dan Terukur” di Wilayah Terdampak
– Langkah Umum
Satu, Setiap wilayah pilih 1-2 kecamatan yang paling terdampak persepsi negatif untuk menjadi fokus program prioritas.
Dua, Program yang dijalankan harus sesuai dengan potensi lokal dan dapat dilihat manfaatnya dalam waktu singkat (3-6 bulan).
Tiga, Lakukan rapat evaluasi bulanan dengan masyarakat untuk melaporkan kemajuan dan menerima masukan.
– Contoh Program Per Wilayah
Bolmong: Membangun sentra pengolahan kopi lokal di Kecamatan Lolak dan memberikan pelatihan kepada petani.
Bolmut: Membangun jalur akses pantai di Desa Pasanea dan membantu pengelolaan wisata lokal.
Bolsel: Memberikan bantuan bibit padi organik dan alat pertanian kepada petani di Kecamatan Bolaang.
Kotamobagu: Mengadakan pelatihan keterampilan digital bagi pemuda dan membantu UMKM dalam memasarkan produk secara online.
– Indikator
Program berjalan sesuai jadwal, manfaat dirasakan oleh minimal 200 keluarga per kecamatan.
Tahap 4: Komunikasi Terpadu dan Kolaboratif
– Langkah Umum
Pertama, Oskar Manoppo akan mengadakan “Tur Bincang Santai” ke seluruh BMR setiap 2 bulan, menjawab pertanyaan masyarakat dan memperlihatkan hasil program yang telah dijalankan.
Kedua, Setiap wilayah mengelola akun media sosial yang terpadu dengan konten yang konsisten, termasuk cerita sukses dari program dan langkah-langkah perbaikan partai.
Ketiga, Kerjasama dengan media lokal dan wartawan independen untuk menyebarkan informasi yang akurat dan menghindari penyebaran hoaks.
– Adaptasi
Satu, Di wilayah pedesaan (seperti Bolmut dan Bolsel), gunakan metode komunikasi tradisional seperti temu rakyat dan pemberitahuan melalui kepala desa selain media digital.
Dua, Di Kota Kotamobagu, gunakan platform media sosial yang lebih populer seperti TikTok dan Instagram untuk menjangkau pemuda.
– Indikator
Jumlah konten positif tentang Demokrat di BMR meningkat 2 kali lipat, tanggapan masyarakat semakin konstruktif.
Tahap 5: Integrasi dengan Elemen Masyarakat Lokal
– Langkah Umum:
Satu, Setiap wilayah menjalin kerja sama dengan pemuka agama, adat, dan organisasi masyarakat yang pernah mengkritik partai atau memiliki pengaruh besar di masyarakat.
Dua, Undang mereka untuk bergabung dalam tim penasihat program partai agar memiliki peran langsung dalam menyusun dan mengawasi program kerja.
Tiga, Gelar acara bersama seperti bakti sosial, pengajian, atau acara budaya untuk memperkuat hubungan baik.
– Contoh Kolaborasi
Pertama, Di Bolmong, bekerja sama dengan Serikat Petani Bolmong untuk mengembangkan program pertanian.
Kedua, Di Bolsel, bekerja sama dengan pemuka adat untuk melestarikan budaya dan mengembangkan wisata budaya.
– Indikator
Kerja sama terjalin dengan minimal 3 elemen masyarakat per wilayah, acara bersama diikuti oleh lebih dari 300 orang setiap kali.
* Indikator Keberhasilan Model di Seluruh BMR
Satu, Persepsi positif terhadap Demokrat di seluruh BMR meningkat rata-rata dari 40% pada 2024 menjadi 65% pada awal 2028.
Dua, Tidak ada lagi kasus pelanggaran etika atau aturan dalam aktivitas partai di semua wilayah BMR.
Tiga, Jumlah kader baru yang bergabung meningkat 150% dibandingkan tahun 2024.
Empat, Setiap wilayah memiliki minimal 2 program kerja yang diakui bermanfaat oleh masyarakat.






