“Rumah Biru” Manadoku

SATUUNTUKSEMUA.ID – Menuju Pileg 2029, Partai Demokrat Sulawesi Utara berada dalam sebuah fase “Rumah Biru Kembali ke Kader Murni”.

Inti dari tagline yang dihembuskan tersebut, yakni strategi penguatan akar rumput dikombinasikan dengan magnet elektoral tokoh nasional.

Salah satu wilayah yang di target akan mengalami lonjakan kursi dan suara, yakni Kota Manado dengan beberapa histori masa lalu, coba di rangkai kembali oleh Partai Demokrat Sulawesi Utara.

1. Strategi Maksimalkan Demokrat untuk DPRD Manado 2029

* Konsolidasi “Kader Murni”: Di bawah kepemimpinan Mor Dominus Bastian, partai fokus memperkuat struktur organisasi dengan kader-kader murni yang loyal untuk mencegah perpecahan internal di masa depan.

* Target Kursi Pimpinan: Demokrat Manado menargetkan pengembalian jumlah kursi secara signifikan (proyeksi 8-10 kursi) agar bisa menduduki kembali posisi Ketua DPRD Manado.

* Optimalisasi Mesin Partai di Akar Rumput: Melalui Rakercab yang diintensifkan sejak akhir 2025, partai memperkuat jaringan saksi permanen dan pengurus anak ranting di setiap lingkungan di Manado untuk pengamanan suara dini.

* Penjaringan Caleg Populer: Partai mulai melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh lokal, milenial, dan pengusaha yang memiliki basis massa kuat di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) di Manado.

* Harmonisasi dengan Pemerintahan Daerah: Memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kota guna membangun citra positif di mata pemilih Manado.

2. Tokoh-Tokoh Penting Penentu Kemenangan

* Mor Dominus Bastian (MDB): Ketua DPD Demokrat Sulut (periode 2025-2030). Mantan Wakil Wali Kota Manado ini menjadi arsitek utama strategi pemenangan di Sulut dengan fokus khusus pada “Rumah Biru” di Manado.

* Noortje Van Bone (NVB): Tokoh senior yang kembali memimpin DPC Demokrat Manado. Ia memiliki jaringan akar rumput yang sangat kuat di Kota Manado dan berperan menjaga stabilitas dukungan di tingkat kota.

* Harley Mangindaan (Bang Ai): Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulut. Figur populer dengan basis massa pemuda dan otomotif yang besar di Manado, berperan sebagai pendulang suara (vote-getter) utama.

* Hillary Brigitta Lasut (HBL): Meski fokus di kancah nasional sebagai Kepala Badan Konstituen DPP, pengaruh dan elektabilitasnya tetap menjadi magnet suara bagi pemilih muda di Manado.

* Royke Anter: Wakil Ketua DPRD Sulut dan tokoh senior partai yang menjadi representasi kekuatan legislatif Demokrat saat ini untuk mengawal aspirasi warga Manado.

3. Pembagian Dapil DPRD Kota Manado

* Wenang-Wanea (8 Kursi)

Memanfaatkan ketokohan figur urban dan kaum milenial di Pusat Kota.

* Sario-Malalayang (7 Kursi)

Basis kuat pendidikan dan kelas menengah; membutuhkan caleg dari kalangan akademisi/profesional.

* Tuminting, Bunaken-Bunaken Kepulauan (8 Kursi)

Fokus pada isu nelayan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

* Singkil-Mapanget

Dapil dengan kursi terbanyak; kunci untuk mencapai target 10 kursi total.

* Tikala-Paal Dua

Wilayah kepadatan penduduk tinggi; memerlukan kampanye “door to door” yang intensif.

4. Langkah Strategis Setiap Dapil

* Dapil Singkil-Mapanget

Mengingat alokasi 10 kursi, Demokrat harus menempatkan minimal dua vote getter (pendulang suara) utama untuk mengamankan setidaknya 2-3 kursi dari dapil ini saja.

* Pemanfaatan Figur Lokal

Pertama, Mengandalkan relasi kuasa Mor Dominus Bastian kuat pada kalangan Menengah keatas serta jaringan ke Pengusaha Daerah yang harmonis.

Kedua, Pengaruh Harley Mangindaan yang memiliki basis massa kuat di wilayah urban, Jaringan Otomotif, Basis Kepemudaan tradisionalnya untuk memperkuat suara di Dapil.

Ketiga, Hillary Brigitta Lasut pengaruh dan elektabilitasnya tetap menjadi magnet suara bagi pemilih muda di Manado, apalagi kemampuan menggerakan opini publik melalui media sosial.

5. Target Kursi Pimpinan

* Target Ambisius 10 Kursi: Mengingat sejarah kejayaan di Manado, partai menetapkan target maksimal 10 kursi DPRD Manado (dari total 40 kursi) untuk merebut kembali kursi pimpinan dari partai dominan lainnya.

* Fokus pada Dapil Lemah: Partai melakukan pemetaan khusus pada dapil-dapil yang perolehan suaranya rendah pada 2024 dengan memberikan bantuan program kesejahteraan lebih intensif di wilayah tersebut.

KESIMPULAN

Dengan kepemimpinan Mor Dominus Bastian di tingkat provinsi dan Noortje Van Bone di tingkat kota, langkah-langkah ini diharapkan mampu mengembalikan posisi Demokrat sebagai partai pemenang di Ibu Kota Sulawesi Utara.

Asalkan semua sosok yang disebutkan dalam penjelasan sebelumnya bergerak semua tanpa dibatasi sekat egonya masing-masing, tulisan ini bakal jadi realita di Pileg 2029 akan datang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *