Angela Hendriks Soroti Tekanan Berat ke Presiden Prabowo, Dari Dugaan Penyadapan Hingga Hadangan Oligarki

Angela Hendriks (kiri) bersama Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dalam poster dukungan bertajuk: Jangan Biarkan Prabowo Berdarah-darah Sendirian!

SULUT, SatuUntukSemua.id – Aktivis dan tokoh publik asal Sulawesi Utara, Nancy Angela Hendriks atau Angela Nancy Hendriks, menyoroti berbagai tekanan dan hambatan berat yang kini dihadapi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pemerintahannya.

Angela yang dikenal sebagai Bunda Pasukan Adat Manguni Sulawesi Utara sekaligus istri dari Andy Rompas, Panglima Adat Laskar Manguni Makasiouw, menilai Presiden tidak sedang menghadapi lawan yang biasa-biasa saja.

Menurutnya, salah satu bentuk tekanan itu adalah munculnya isu dugaan penyadapan dan upaya-upaya untuk melemahkan pemerintahan dari dalam maupun dari luar.

Menanggapi situasi yang dihadapi Presiden saat ini, Angela menyampaikan keprihatinannya.

“Presiden kita hari ini sedang berjuang sangat berat. Ada dugaan penyadapan, ada upaya penggiringan opini, ada tekanan dari oligarki, dan ada mafia-mafia yang tidak rela negeri ini dibenahi,” ujar Angela.

Ia menegaskan, Presiden Prabowo tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian menghadapi kekuatan-kekuatan besar tersebut.

“Jangan biarkan Prabowo berdarah-darah sendirian! Jangan biarkan Prabowo melawan oligarki sendirian. Jangan biarkan Prabowo menghadapi mafia-mafia sendirian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Angela mengajak rakyat Indonesia untuk tidak diam dan ikut menjadi benteng bagi Presiden yang sedang berjuang membenahi negeri.

“Jangan biarkan Prabowo berhadapan dengan kekuatan besar sendirian. Jangan sampai orang yang ingin membenahi negeri ini justru harus berdarah-darah tanpa dukungan rakyatnya sendiri,” tutupnya.

Angela menegaskan, dukungannya bukan sekadar soal politik, melainkan soal keberpihakan kepada masa depan bangsa agar Indonesia benar-benar bersih dari mafia dan oligarki. (***)

Pos terkait