Terry Tagaroa Pusung Terpilih Jadi Penatua P/KB GMIM Bethesda Ranotana, Bawa Lima Pilar Perubahan Pelayanan

Penatua P/KB Jemaat GMIM Bethesda Ranotana Masa Pelayanan 2026-2031 Terry Tagaroa Pusung bersama istri tercinta.

MANADO, SatuUntukSemua.id — Dalam Pesta Iman yang berlangsung Minggu, 18 Oktober 2026, Terry Tagaroa Pusung resmi dipercayakan menjabat sebagai Penatua P/KB Jemaat GMIM Bethesda Ranotana untuk periode pelayanan 2026 hingga 2031.

Peneguhan dan penyerahan amanat pelayanan ini menandai awal perjalanan baru bagi dirinya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab di tengah jemaat. Semangat pengabdian, kerendahan hati, dan kebersamaan menjadi landasan yang akan dipegang selama lima tahun ke depan.

Kepada media, Penatua Terry Tagaroa Pusung menyampaikan lima pilar perubahan pelayanan yang akan dijalankan:

Pertama, Melayani dengan Hati yang Mengasihi. Firman Tuhan dijadikan dasar utama setiap langkah pelayanan. Melayani bukan sekadar tugas rutin, melainkan panggilan kasih — hadir bagi yang membutuhkan, mendampingi yang lemah, dan mempersatukan yang terpisah.

Kedua, Hadir Nyata di Tengah Keluarga. P/KB akan memperkuat kehadirannya di setiap lingkungan dan rumah tangga jemaat. Tidak hanya menunggu jemaat datang, tetapi aktif mengunjungi, mendengar, dan memahami pergumulan nyata yang dialami keluarga dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, Memperkuat Iman dan Pertumbuhan Rohani. Membangun keluarga yang berakar pada Kristus melalui pembinaan rohani yang teratur, sederhana, dan relevan. Membantu setiap keluarga membangun mezbah keluarga, sehingga rumah tangga menjadi tempat pertama Tuhan dihidupi dan dimuliakan.

Keempat, Memberdayakan Setiap Potensi Jemaat. Membuka ruang bagi setiap anggota keluarga untuk terlibat dalam pelayanan sesuai talenta dan kemampuan yang Tuhan berikan. Tidak ada yang dikesampingkan, setiap orang berharga dan dipanggil menjadi berkat.

Kelima, Terus Bertumbuh dan Berubah ke Arah yang Lebih Baik. Membuka diri terhadap pembaruan yang sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan. Berani mengevaluasi apa yang belum tepat, berani memperbaiki yang kurang, dan berani melangkah lebih baik demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan jemaat.

Dengan penuh kerendahan hati, Terry menyampaikan pesannya: “Ke depan, saya bukan Penatua P/KB yang hanya dikenal karena jabatan, tetapi karena kasih untuk melayani.”

“Kiranya saya diberi hikmat untuk memimpin dengan teladan, mendampingi dengan kerendahan hati dalam kebenaran dan persatuan. Semoga kehadiran saya membawa perubahan yang memberkati setiap keluarga di jemaat ini,” tutupnya.

(Red2)

Pos terkait