BITUNG, SatuUntukSemua.id – Potensi besar Kota Bitung sebagai pusat ekspor di Indonesia Timur kembali disuarakan. Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Partai Golkar Dapil Sulawesi Utara, DR (H.C.) Christiany Eugenia Paruntu atau akrab disapa CEP, menilai kota pelabuhan ini memiliki semua modal untuk menjadi penggerak ekonomi kawasan timur, dengan potensi nilai ekspor mencapai Rp24 triliun.
Dorongan itu disampaikan CEP melalui rilis Fraksi Golkar DPR RI. Ia menekankan bahwa Bitung tidak bisa lagi hanya diposisikan sebagai kota transit. Dengan letaknya yang strategis menghadap Samudra Pasifik, Bitung harus naik kelas menjadi gerbang utama ekspor nasional.
“Bitung itu pintu kita ke Asia Pasifik. Ada KEK Bitung, ada pelabuhan laut dalam, ada komoditas unggulan seperti ikan tuna, kelapa, dan turunannya. Kalau semua ini dikelola dan didukung kebijakan yang tepat, kita bisa bicara potensi Rp24 triliun,” ujar CEP.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, BUMN, dan investasi, CEP berkomitmen mengawal kebijakan yang mempermudah ekspor dari daerah. Beberapa hal yang ia soroti antara lain penyederhanaan regulasi ekspor, penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas UMKM, dan perbaikan infrastruktur logistik agar biaya ekspor lebih kompetitif.
Menurutnya, pengembangan Bitung juga harus menyasar peningkatan nilai tambah produk. Artinya, komoditas mentah dari Sulut tidak lagi dikirim keluar dalam bentuk bahan baku, tapi sudah dalam bentuk produk jadi atau setengah jadi. Ini penting agar keuntungan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat lokal.
KEK Bitung yang saat ini terus dikembangkan pemerintah menjadi salah satu kunci. KEK ini diharapkan menarik investasi untuk industri pengolahan, pergudangan, dan jasa logistik. Ditambah jalur pelayaran langsung ke negara tujuan ekspor, Bitung akan lebih efisien dibanding harus transit dulu ke pelabuhan di Jawa.
CEP juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, cita-cita menjadikan Bitung sebagai pusat ekspor tidak hanya jadi wacana, tapi berdampak langsung pada lapangan kerja baru, peningkatan Pendapatan Asli Daerah, dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.
“Kalau Bitung maju, Sulut ikut maju. Kalau Sulut maju, Indonesia Timur ikut terangkat. Ini yang harus kita dorong bersama-sama,” tutup CEP. (***)
