Ditempa di Era Kepemimpinan Prof. Paruntu, Tiga Sahabat Kini Pimpin Fakultas di Unsrat

SatuUntukSemua.id – Sebuah perjalanan panjang penuh perjuangan, loyalitas, dan pengabdian kembali menemukan titik bermaknanya di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Puluhan tahun setelah ditempa sebagai aktivis mahasiswa pada era kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ir. J. Paruntu, M.S., tiga sahabat kini berdiri sebagai bagian dari jajaran pemimpin di kampus kebanggaan Sulawesi Utara tersebut.

Momentum itu terlihat dalam pelantikan Dekan Fakultas Peternakan Unsrat periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat, Selasa (7/7/2026). Dr. Ir. Stanly O.B. Lombogia, S.Pt., M.Si., IPU resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Peternakan oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktobian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng.

Di tengah prosesi pelantikan, hadir dua sahabat seperjuangannya, yakni Prof. Dr. Ir. Setly Tamod, M.S., Guru Besar Fakultas Pertanian, serta Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pertemuan mereka bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan menjadi saksi perjalanan panjang yang telah dimulai sejak masih duduk di bangku kuliah.

Ketiganya merupakan bagian dari generasi mahasiswa yang tumbuh dan ditempa pada masa kepemimpinan Rektor Prof. J. Paruntu. Saat itu, mereka dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat fakultas maupun universitas. Bagi Prof. Paruntu, organisasi bukan hanya tempat beraktivitas, tetapi juga ruang untuk melahirkan calon-calon pemimpin masa depan.

Melihat dedikasi, integritas, serta semangat mereka, Prof. Paruntu memberikan kepercayaan besar dengan melibatkan ketiganya dalam pengelolaan media lokal. Kepercayaan itu menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga.

Perjalanan dimulai dari Mingguan **Suluh Merdeka**, kemudian berkembang hingga mereka dipercaya mengelola Harian **Telegraf** dan Harian **Patroli** sebagai Pemimpin Perusahaan, Pemimpin Redaksi, hingga Redaktur. Pengalaman tersebut menjadi sekolah kepemimpinan yang mengajarkan tanggung jawab, disiplin, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun komunikasi, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Di bawah arahan dan pembinaan Prof. Paruntu, mereka tidak hanya belajar mengelola media, tetapi juga memahami bahwa kepemimpinan dibangun melalui proses panjang, kerja keras, dan kepercayaan yang dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan akademik dan pengabdian mereka di Universitas Sam Ratulangi.

Kini, setelah melewati perjalanan puluhan tahun, ketiganya mengemban amanah penting di lingkungan Unsrat. Prof. Setly Tamod menjadi Guru Besar Fakultas Pertanian, Dr. Ferry Daud Liando dipercaya memimpin FISIP sebagai dekan, sementara Dr. Stanly O.B. Lombogia resmi memimpin Fakultas Peternakan untuk periode 2026–2030.

Pertemuan mereka dalam pelantikan tersebut menjadi simbol keberhasilan proses kaderisasi kepemimpinan yang telah dibangun sejak masa mahasiswa. Perjalanan dari ruang organisasi, ruang redaksi, hingga ruang-ruang pengambilan kebijakan membuktikan bahwa pemimpin besar tidak lahir secara instan, tetapi ditempa melalui pengalaman, pengabdian, serta kesempatan yang diberikan oleh para pendahulu.

Suasana hangat saat ketiganya berfoto bersama usai pelantikan seakan menjadi pengingat bahwa persahabatan yang dibangun di atas semangat perjuangan akan tetap terjaga, meski kini masing-masing memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin akademik.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Sam Ratulangi bahwa setiap proses yang dijalani hari ini memiliki arti bagi masa depan. Organisasi kemahasiswaan, ruang diskusi, hingga berbagai bentuk pengabdian bukan sekadar aktivitas kampus, melainkan tempat membangun karakter, integritas, dan jiwa kepemimpinan.

Warisan kepemimpinan Prof. J. Paruntu telah membuktikan bahwa investasi terbesar sebuah universitas bukan hanya membangun gedung atau fasilitas, tetapi membangun manusia. Dari proses itulah lahir pemimpin-pemimpin yang terus mengabdi, meneruskan estafet kepemimpinan, dan membawa Universitas Sam Ratulangi semakin maju di tingkat nasional maupun internasional.

Pos terkait