Kunker di Manado, Kabasarnas: Alutsista SAR Akan Disesuaikan dengan Potensi Ancaman Wilayah

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat memantau Alutsista di Kantor SAR Manado.

Manado, SatuUntukSemua.id – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, melakukan kunjungan kerja ke Kantor SAR Manado, Rabu (24/06/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Basarnas mengevaluasi kesiapsiagaan tim SAR di wilayah Sulawesi yang rawan bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri para Kepala Kantor SAR dari Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Makassar, Ternate, serta Manado sebagai tuan rumah. Dalam pertemuan itu, Kabasarnas menekankan pentingnya penyesuaian kekuatan personel dan peralatan dengan karakter ancaman di setiap daerah.

Manado dan Sulawesi dipilih sebagai lokasi kunjungan karena masuk dalam zona rawan bencana. Data nasional menempatkan Indonesia di peringkat kedua dunia dengan potensi bencana alam tertinggi, sementara wilayah timur Indonesia memiliki tingkat kerawanan paling tinggi.

Dalam kesempatan itu, Kabasarnas menyoroti kondisi alutsista SAR yang saat ini belum seimbang dengan kebutuhan lapangan. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Basarnas memilih strategi sinergi dengan berbagai pihak.

“Sulawesi dan Maluku Utara, merupakan wilayah rawan bencana. Namun sinergi antara semua stakeholder di daerah sangat baik. Di Indonesia, wilayah timur merupakan wilayah dengan potensi bencana alam tertinggi. Sementara secara nasional, Indonesia masuk kedua tertinggi wilayah bencana alam,” ujar Mohammad Syafii.

Menurutnya, untuk alutsista saat ini yang dimiliki tim SAR memang tidak seimbang. Namun pihaknya mensinergikan semua potensi, baik TNI, Polri, Pemerintah Daerah, kementerian lembaga untuk mengisi kekurangan yang ada.

“Kekuatan akan menyesuaikan dengan potensi ancaman yang ada,” lanjutnya.

Kabasarnas juga menghimbau seluruh personel SAR dan masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat terjadi bencana. Ia mendorong masyarakat untuk ikut membantu tim SAR dalam penanganan di lapangan.

Selain itu, Basarnas telah menandatangani nota kesepahaman program “SAR Go To School” bersama Kemendikdasmen dan Kemendikti. Kurikulum program tersebut saat ini masih ditindaklanjuti secara nasional dan akan segera diimplementasikan.

Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat koordinasi antar Kantor SAR di Sulawesi dan menjadi langkah awal pemerataan alutsista sesuai potensi ancaman. Basarnas berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan agar response time di wilayah rawan bencana bisa semakin cepat dan efektif. (***)

Pos terkait