SatuUntukSemua.id – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda bekerja, berkarya, dan membangun masa depan. Jika dahulu pilihan profesi cenderung terbatas pada pekerjaan konvensional, kini era digital menghadirkan berbagai peluang baru yang memungkinkan anak muda menghasilkan pendapatan dari kreativitas dan inovasi.
Salah satu contoh nyata datang dari sosok Ahlan Riandi Lamusu, pemuda asal Langowan yang berhasil menjadikan passion sebagai jalan karier. Lahir pada 23 September 2001 dan kini berdomisili di Desa Bentenan Satu, Kabupaten Minahasa Tenggara, Ahlan dikenal sebagai konten kreator sekaligus pendiri Kawanua Creator Group, sebuah agensi kreator digital yang berkembang di Sulawesi Utara.
Bagi Ahlan, bekerja di dunia digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan pilihan yang lahir dari kecintaan terhadap dunia kreatif.
“Saya suka pekerjaan ini karena sesuai dengan passion dan merasa nyaman bekerja di era digital saat ini. Sebagai anak muda, kita harus mampu memanfaatkan keadaan dan perkembangan teknologi untuk mencari peluang pekerjaan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bagi generasi muda. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci utama untuk meraih kesuksesan. Dunia digital menawarkan ruang yang luas bagi siapa saja yang memiliki kreativitas, konsistensi, dan kemauan belajar.
Menariknya, perjalanan Ahlan tidak berawal dari dunia komunikasi atau teknologi informasi. Ia merupakan lulusan S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Trinita Manado. Namun, latar belakang pendidikan yang berbeda tidak menjadi hambatan baginya untuk berkembang di industri kreatif.
Menurut Ahlan, ilmu yang diperoleh selama kuliah tetap memberikan manfaat, terutama dalam memahami perilaku masyarakat, menyusun strategi komunikasi, dan menyampaikan informasi secara efektif kepada publik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan formal dapat menjadi fondasi yang kuat untuk berkarier di berbagai bidang, termasuk sektor digital yang terus berkembang.
Keseriusan Ahlan di industri kreatif semakin terlihat ketika ia mendirikan Kawanua Creator Group, sebuah agensi TikTok yang fokus membina konten kreator dan host live streaming secara profesional. Melalui wadah tersebut, banyak anak muda Sulawesi Utara mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, membangun personal branding, hingga memperoleh penghasilan dari aktivitas digital.
Keberadaan agensi ini juga membuktikan bahwa kesuksesan di dunia digital tidak hanya bisa diraih oleh mereka yang berada di kota-kota besar. Dengan dukungan internet dan platform media sosial, talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk dikenal secara nasional bahkan internasional.
Fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda bahwa media sosial tidak harus dipandang sebatas sarana hiburan. Jika dimanfaatkan dengan bijak, platform digital dapat menjadi ruang belajar, berwirausaha, membangun jaringan profesional, hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Di usia yang masih muda, Ahlan berhasil menunjukkan bahwa keberanian mengikuti passion yang dibarengi dengan kerja keras dapat menghasilkan dampak positif bagi banyak orang. Ia tidak hanya membangun karier pribadi, tetapi juga membantu lahirnya kreator-kreator baru dari Sulawesi Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kisah Ahlan Riandi Lamusu menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk sukses di era digital. Tantangannya bukan lagi soal lokasi atau latar belakang pendidikan, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi secara produktif, terus belajar, dan berani mengambil peluang yang ada.
Di tengah transformasi digital yang terus berlangsung, anak muda Indonesia dituntut tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan penggerak ekonomi kreatif masa depan. Dengan semangat tersebut, peluang yang terbuka di era digital benar-benar dapat menjadi jalan menuju kemandirian dan kesuksesan.
