MANADO, SatuUntukSemua.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, usai menghadiri agenda kenegaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina.
Pulau Miangas dipilih sebagai titik kunjungan karena merupakan wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina dan menjadi simbol kedaulatan di beranda utara NKRI.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang memastikan seluruh persiapan menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut berjalan aman dan sesuai rencana. Koordinasi lintas instansi telah dilakukan bersama TNI, Polri, pemerintah kabupaten, serta tokoh masyarakat setempat.
“Persiapan di lapangan sudah matang. Mulai dari pengamanan, infrastruktur, hingga rangkaian acara di Miangas. Kami pastikan kunjungan Presiden berjalan aman, lancar, dan memberi dampak positif bagi masyarakat perbatasan,” ujar Sekprov, Jumat (08/05/2026).
Menurut Sekprov, kedatangan Presiden di Miangas belum tau pasti agendanya apa saja. Namun menurutnya, kemungkinan akan ada agenda peninjauan pos perbatasan, dialog dengan masyarakat nelayan.
“Untuk rundown agenda kunjungan presiden, kita belum bisa pastikan rangkainnya apa saja. Namun yang pasti, kami Pemprov Sulut telah mempersiapkan semuanya dari semalam,” kata Sekprov.
Masyarakat Miangas disebut sangat antusias menyambut kedatangan Presiden Prabowo yang baru pertama kali menginjakkan kaki di pulau paling utara Indonesia itu setelah dilantik.
“Kami sudah cek langsung kesiapan di Miangas. Semua unsur sudah bergerak. Prinsipnya, kunjungan Bapak Presiden harus aman, tertib, dan memberi semangat baru bagi warga perbatasan. Ini momentum penting untuk menegaskan bahwa negara hadir sampai titik paling luar,” tambah Sekprov.
Dengan kunjungan ini, tidak menutup kemungkinan adanya perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau terluar, khususnya Miangas, semakin meningkat. Pemerintah menegaskan bahwa menjaga kedaulatan tidak hanya soal pertahanan, tetapi juga memastikan kehadiran negara melalui pembangunan yang merata hingga ke beranda Nusantara. (***)
