Terjebak di Kamboja, 3 Warga Minsel Berhasil Dipulangkan Berkat Bantuan CEP

Tiga orang asal Minsel berhasil dipulangkan CEP dari Kamboja.

Manado, SatuUntukSemua.id — Kabar baik datang untuk keluarga di Kabupaten Minahasa Selatan. Tiga warga asal Minsel yang sebelumnya terjebak di Negara Kamboja akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air berkat bantuan Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Ketiga warga Minsel tersebut sempat mengalami kesulitan di Kamboja setelah terjerat modus kerja ilegal. Selama berbulan-bulan, mereka tidak bisa pulang karena terkendala biaya dan dokumen. Keluarga di kampung halaman pun cemas, tak henti mencari jalan agar anak-anak mereka bisa kembali dengan selamat.

Mendengar laporan tersebut, CEP langsung turun tangan. CEP berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, dan BP2MI untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Tak hanya fasilitasi administratif, CEP juga membantu seluruh biaya kepulangan ketiga warga Minsel itu dari Kamboja hingga tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado.

CEP menegaskan, sebagai wakil rakyat Sulut, sudah jadi kewajibannya melindungi warga, apapun masalahnya dan di manapun mereka berada.

CEP juga mengingatkan masyarakat Sulut, khususnya anak muda, agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Pastikan semua jalur resmi, cek legalitas perusahaan perekrut, dan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja atau BP3MI sebelum berangkat. Jangan sampai niat mencari nafkah berujung jadi korban perdagangan orang.

“Torang dari hati paling dalam bilang makase banyak buat Ibu CEP. Kalau bukan karena Ibu, mungkin torang masih di Kamboja dan nda tau mo pulang bagaimana. Semua biaya tiket, Ibu CEP yang bantu. Torang sempat putus asa, tapi Ibu CEP jadi jalan berkat. Tuhan balas kebaikan Ibu. Ini jadi pelajaran buat torang deng anak-anak muda lain, jangan gampang percaya kerja di luar negeri kalau nda jelas,” ucap Betran Rengkung, satu dari tiga orang yang berhasil dipulangkan CEP.

Sementara itu, CEP menjelaskan, bahwa hal ini sudah merupakan tugas dan tanggung jawab wakil rakyat.

“Puji Tuhan ketiga adik-adik torang bisa pulang dengan selamat. Tugas wakil rakyat itu melayani dan melindungi. Waktu dengar dorang terjebak di Kamboja, torang langsung gerak cepat. Koordinasi dan torang tanggung biaya pulangnya,” kata CEP.

Tak lupa CEP berpesan kepada anak-anak muda di Sulut, agar hati-hati dengan tawaran kerja luar negeri. Terlebih dahulu Cek jalurnya apakah resmi atau tidak.

“Jangan tergiur dengan tawaran kerja yang gajinya besar. Cek dulu apakah itu legal atau tidak. Jangan sampai jadi korban. Kalau ada warga Sulut di mana saja yang susah, lapor pa torang. Semoga kita bisa bantu,” tambah CEP.

Kepulangan 3 warga Minsel dari Kamboja ini jadi bukti bahwa negara hadir melalui wakil rakyatnya. Jerat kerja ilegal di luar negeri bisa menimpa siapa saja, tapi kepedulian dan aksi cepat bisa jadi penyelamat.

Air mata Betran Rengkung dan dua rekannya adalah air mata syukur, sekaligus peringatan. Terima kasih CEP, yang tidak hanya bicara di Senayan, tapi turun langsung memulangkan warganya.

Dari Amurang ke Kamboja lalu kembali ke pelukan keluarga, ini kisah tentang harapan yang dijawab dengan aksi nyata. Dan bagi warga Sulut lainnya, ingat: cek sebelum berangkat, agar pulang tak harus dijemput duka. (***)

Pos terkait