Hardiknas 2 Mei, Ketua DPRD Sangihe Ferdy Sondakh: Dari Kepulauan sampai Perkotaan, Pendidikan Adalah Jembatan Emas Masa Depan

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh.

Sangihe, SatuUntukSemua.id — Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh, menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 sekaligus pesan penting bagi seluruh insan pendidikan, dari wilayah kepulauan terluar hingga perkotaan di Sangihe.

Ferdy menegaskan, pendidikan adalah hak dasar setiap anak Sangihe tanpa melihat di mana mereka tinggal. Baik siswa di Pulau Miangas yang berbatasan dengan Filipina, maupun pelajar di pusat Kota Tahuna, semuanya berhak mendapat kualitas pengajaran, guru, dan fasilitas yang sama baiknya.

Menurut Ferdy, tantangan pendidikan di Sangihe sebagai daerah kepulauan memang tidak ringan. Keterbatasan akses transportasi, jaringan internet yang belum merata, hingga kondisi sarana sekolah yang masih perlu pembenahan jadi pekerjaan rumah bersama. Namun, semangat anak-anak Sangihe untuk belajar tidak pernah padam. Karena itu, DPRD Sangihe berkomitmen mengawal anggaran pendidikan agar benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan.

Ferdy juga memberi apresiasi tinggi kepada para guru yang mengabdi di pulau-pulau terluar. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Dengan segala keterbatasan, para guru tetap setia mendidik, menjadi orang tua kedua, bahkan motor penggerak kemajuan desa. Kesejahteraan guru, terutama honorer dan guru kontrak di wilayah kepulauan, harus jadi prioritas kebijakan daerah.

Di momentum Hardiknas ini, Ferdy mengajak seluruh elemen: pemerintah daerah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat, untuk bergotong royong memajukan pendidikan Sangihe.

“Kolaborasi itu bisa dimulai dari hal sederhana: memastikan anak-anak tidak putus sekolah, mengawasi penggunaan dana BOS, hingga ikut menjaga fasilitas sekolah yang sudah dibangun,” ucap Ferdy.

Ferdy menyebut, pendidikan adalah jembatan emas yang akan mengantar anak-anak Sangihe meraih mimpi. Dari pulau terdepan, mereka bisa jadi dokter, insinyur, pemimpin daerah, bahkan menteri. Syaratnya, negara hadir penuh dari kota hingga pulau terjauh.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei untuk seluruh guru, siswa, dan orang tua di Sangihe. Torang mau tegaskan: dari kepulauan sampai perkotaan, pendidikan adalah jembatan emas untuk masa depan,” kata Ferdy.

Lanjutnya, bahwa jangan ada lagi anak Miangas, Marore, atau Kalama yang rasa tertinggal. DPRD Sangihe akan kawal anggaran supaya adil, agar guru-guru di pulau sejahtera, sekolah bagus, internet lancar.

“Untuk guru-guru hebat di pulau-pulau, torang angkat topi. Pengorbanan ngoni tidak sia-sia. Mari torang sama-sama jaga anak-anak ini, karena di tangan mereka masa depan Sangihe,” tutupnya.

Hardiknas 2 Mei di Sangihe bukan sekadar seremoni. Pesan Ketua DPRD Ferdy Sondakh jadi penegasan: garis batas NKRI bukan alasan untuk batas kualitas pendidikan. Dari ruang kelas sederhana di pulau terluar, hingga SMA favorit di Tahuna, semangatnya sama: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ketika guru dimuliakan dan anak kepulauan diberi akses yang sama, maka jembatan emas itu benar-benar akan kokoh. Dan kelak, dari Sangihe akan lahir generasi yang tidak hanya membanggakan orang tua, tapi juga mengharumkan Indonesia dari beranda terdepan. (***)

Pos terkait