Koperasi Bintang Utara Terapkan Sistem FIFO Jaga Kualitas dan Pasokan

Tomohon,satuuntuksemua.id — Sekitar 95 persen produk buah yang didistribusikan di Kota Tomohon dipastikan berasal dari hasil pertanian lokal. Komitmen ini diperkuat oleh pengelolaan profesional melalui Koperasi Bintang Utara Tomohon yang menerapkan sistem first-in-first-out (FIFO) demi menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan.

Pengurus Koperasi Bintang Utara Tomohon, Joice Manossoh, menjelaskan bahwa koperasi bergerak sesuai arahan dengan mendistribusikan buah ke dapur-dapur khusus di Tomohon maupun luar kota, termasuk wilayah Kepulauan.

“Buah yang kami kirim antara lain semangka, jeruk tirus, dan melon. Ada juga pasokan salak dari Tagulandang. Sebagian besar berasal dari petani lokal, meski ada juga tambahan dari luar daerah untuk menjaga stabilitas pasokan,” ujarnya.

Menurut Manossoh, kualitas menjadi prioritas utama. Setiap buah yang masuk akan melalui proses seleksi ketat sebelum didistribusikan ke dapur-dapur MBG.

“Koperasi ini melakukan seleksi ketat terhadap buah sebelum dikirim agar kualitas tetap terjaga dan sesuai kebutuhan. Sistem FIFO yang kami terapkan memastikan buah yang masuk pertama kali akan dikeluarkan terlebih dahulu, sehingga buah tetap segar dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Saat ini, koperasi mampu mengelola sekitar dua ton buah per minggu.Aktivitas distribusi tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sebagai bagian dari upaya membantu mengurangi angka pengangguran di daerah.

Tak hanya mengandalkan pasokan dari Tomohon, koperasi juga mulai melirik potensi pengembangan produk lain seperti pisang dari Ratahan dan produk lokal pisang halus dari Tinoor. Selain itu, mereka turut membantu distribusi sayur-sayuran dari Tomohon untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG serta masyarakat secara umum.

“Kebutuhan buah untuk satu dapur per hari berkisar antara 200 hingga 250 kilogram. Kami berencana menambah jumlah dapur yang dilayani seiring peningkatan penerima manfaat,” tambah Manossoh.

Dengan kapasitas distribusi yang terus berkembang, Koperasi Bintang Utara Tomohon berharap dapat semakin memberdayakan petani lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Ke depan, dukungan pemerintah sangat diharapkan, khususnya dalam mendorong petani menanam varietas buah yang sesuai kebutuhan pasar.

Melalui sinergi koperasi, petani, dan pemerintah, Tomohon optimistis dapat menjaga kualitas, kontinuitas pasokan, serta kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *