SatuUntukSemua.id – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus seolah membawa khalayak yang hadir di Lapangan KONI flashback terhadap peristiwa delapan dekade silam di Tangsi Militer Teling.
Adapula beberapa sosok pahlawan, sebut saja Letkol Charles Taulu, Sersan Servius Dumais Wuisan, Kopral Mambi Runtukahu, dan Bernard Wilhelm Lapian.
Kelompok ini secara tunai menjawab provokasi NICA dengan tindakan nyata! menyerbu markas musuh, menurunkan bendera penjajah, merobek warna birunya, dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Merespon hal itu, Ketua IKA GMNI Sulut, Falen Umbokahu menaruh respect besar Gubernur Yulius Selvanus atas tindakan konkret menghargai True Story peristiwa sejarah 14 Februari di Kota Manado.
“Sama seperti kata Sang Proklamator, Bung Karno! yaitu Jas Merah; Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Semboyan ini mengandung pesan mendalam bagi pentingnya sejarah bagi masa depan bangsa,” kata Mantan Sekretaris DPC Minahasa tersebut.
“Singkat, Padat dan Jelas, sejatinya Jas Merah adalah alarm bagi generasi masa kini untuk selalu merawat ingatan sejarah dan mengambil pelajaran dari masa lalu untuk membangun masa depan,” ujar salah satu Alumni GMNI Minahasa.






