Tomohon,satuuntuksemua.id- Dalam rangka mengukur sejauh mana komitmen integritas para kader, PDI Perjuangan Kota Tomohon melaksanakan tahapan psikotes dan fit and proper test (FPT) bagi calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi kepemimpinan di tingkat akar rumput partai.
Bendahara DPC PDIP Tomohon, Jhon Runtuwene, mengungkapkan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya serius partai untuk memastikan setiap kader yang diberi amanah benar-benar memiliki integritas, loyalitas, serta kapasitas kepemimpinan yang memadai.
“Yang paling utama di sini adalah komitmen kita bersama. Mereka yang baru bergabung maupun yang sudah lama, harus memahami apa yang mereka jalani sekarang dan ke depan. Ini soal integritas dan tanggung jawab,” tegas Runtuwene.
Ia menambahkan, setiap calon pemimpin PAC memiliki latar belakang dan kompetensi masing-masing. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan bersifat objektif dan terukur melalui psikotes serta FPT, agar partai mendapatkan figur yang siap bekerja, disiplin, dan mampu menjalankan perintah serta garis perjuangan partai secara konsisten.
Menurutnya, kader PDIP dituntut untuk bekerja nyata di tengah masyarakat, menjaga etika, serta menampilkan sikap kepemimpinan yang baik dalam kehidupan sosial maupun organisasi.
“Partai ingin memastikan bahwa mereka yang terpilih nanti benar-benar siap mengabdi dan bekerja terus, bukan hanya saat momentum tertentu,” pungkasnya.
Proses seleksi ini diharapkan melahirkan pemimpin PAC yang berintegritas tinggi, solid secara ideologi, serta mampu memperkuat struktur dan perjuangan PDIP di Tomohon






