SatuUntukSemua.id – Keluarga besar IKA GMNI Sulawesi Utara buka suara mengenai eksistensi organisasi kemahasiswaan pemegang teguh alur pemikiran Sukarno terkait hal legalitas diantara kepemimpinan Sujahri Somar atau Risyad Pahlevi.
Kepada awak media hari ini, Melalui Penanggung Jawab di Bumi Nyiur Melambai, yakni Falen Umbokahu.
Ia secara gamblang mengatakan, Jelas soal bahwa siapa menempati Wisma Trisakti lebih sekedar legalitas formal semata.
“Wisma Trisakti GMNI adalah warisan manis dari mendiang Bung Taufik Kiemas, Itu adalah harta yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Jelas yang menempati itu ialah Sujahri Somar selaku Ketum dan Amir Mahfut sebagai Sekjen periode 2025-2028,” kata Ketua IKA GMNI Sulut ini.
Setelah itu, Dia juga mengakui 2 Dewan Pimpinan Cabang merupakan perpanjangan gerbong Wisma Trisakti GMNI di Sulut, yaitu Manado dan Tomohon.
“DPC GMNI Manado dibawah kepemimpinan Matthew Liling, serta DPC GMNI Tomohon di Pimpin Leon Wilar. Meski dalam waktu dekat akan di adakan Konfrecab guna menggantikan posisi Leon yang dipercayakan menjadi pengurus DPP GMNI Oleh Sujahri Somar dengan Amir Mahfut,” ucap Falen Umbokahu.
“Kedepan siapapun yang menjadi Korda GMNI Sulawesi Utara dalam gerbong ini, baik DPC GMNI Manado, maupun DPC GMNI Tomohon harus musyarawah mufakat mencari titik temu agar mendapatkan seorang leader seperti mendiang Bung Jorry Rawung,” lanjut Alumni GMNI Minahasa tersebut.
Dirinya kemudian menitip pesan kepada DPC Manado untuk disiplin dan meletakan Silabus Kaderisasi GMNI sebagai pijakan kuat sekaligus fondasi pemikiran.
“Manado punya banyak Alumni luar biasa mulai dari Era 1980 akhir hingga 1998; Nelson Sangadi, Adi Palit, Wolter Rumapar, Jeffrey Rawis, Decky Geruh, Dipanusa Riung, Lucky Senduk hingga Elly Lasut dan masih banyak sosok lain,” tutup Ketua BETA GIBRAN MINAHASA.
