Pembekalan Selama 4 Hari, IHT di SMK Negeri 1 Manado Resmi Ditutup

Penutupan In House Training (IHT) di SMK Negeri 1 Manado.

Manado, SatuUntukSemua.id – Hari terakhir pelaksanaan In House Training (IHT) di SMK Negeri 1 Manado, berlangsung penuh semangat dan kolaboratif.

Setelah empat hari membekali diri dengan teori dan rancangan pembelajaran mendalam (Deep Learning), pada hari ini, IHT di SMK N 1 Manado resmi ditutup, Jumat (23/01/2026).

Sebelum penutupan, puncak acara IHT hari ini, SMK N 1 Manado menghadirkan Machson Kantale, S.Pd., M.Pd., selaku narasumber yang juga sebagai Koordinator Pengawas Dikmen dan Diksus SMA/SMK/SLB).

Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SMK N 1 Manado, Telly O. A. Ticoalu, S.Pd, M.Pd., kegiatan IHT ini sangat penting bagi para guru untuk menerapkan ilmu tentang Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter.

“Dalam IHT ini penting bagi para guru. Demi untuk ajang bagi mereka menunjukkan kemampuan sebagai pendidik dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills),” ujar Kepsek.

Lanjut Kepsek, para guru wajib menerapkan prinsip interdisipliner atau pendekatan yang menggabungkan dua atau lebih disiplin ilmu (akademik, ilmiah, atau artistik) untuk memahami, menganalisis, dan menyelesaikan masalah yang kompleks dengan melihatnya dari berbagai sudut pandang, menciptakan pemahaman yang lebih holistik dan terintegrasi, bukan hanya sekadar menyejajarkan disiplin ilmu. hal ini yang menjadi ciri khas pembelajaran abad ke-21.

“Untuk dunia pendidikan saat ini, mensinergikan antarmapel menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka, di mana peserta didik diharapkan mampu memahami konsep lintas bidang untuk menyelesaikan masalah secara kreatif dan kolaboratif. Maka dalam IHT ini, hal tersebut menjadi pokok dan poin utama pembekalan IHT,” tambah Kepsek.

Selama IHT berlangsung sejak Selasa 20 Januari hingga Jumat 23 Januari 2026, para guru mendapatkan beragam materi mulai dari filosofi pembelajaran mendalam, integrasi Taksonomi SOLO, penguatan pendidikan karakter, hingga pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (AI). Materi-materi tersebut diberikan oleh para narasumber internal sekolah yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari program Guru Penggerak dan Platform Merdeka Mengajar.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menyiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perubahan zaman. Berdasarkan data UNESCO (2024), lebih dari 70% kompetensi masa depan akan membutuhkan kemampuan berpikir analitis, kreativitas, dan kolaborasi — tiga hal yang menjadi inti dari pendekatan pembelajaran mendalam,” tutup Kepsek. (***)

Pos terkait