SATUUNTUKSEMUA.ID – Ketua IKA GMNI Manado Rollyanto Mapaliey melihat bahwa kejadian yang mulai terang benderang mengenai dugaan tindakan kekerasan seksual yang menimpa mendiang Evia Maria Mangolo.
Kepada CSN, Rabu (14/1/2026), Sosok akrab disapa Rando itu secara saksama memperhatikan case sekaligus melihat tekanan publik yang bisa dibilang begitu besar.
“Kalau aparat penegak hukum kurang cermat, atau tidak cermat, Maka kepercayaan publik (Public Trush) terhadap aparat kepolisian di Sulawesi Utara bisa menurun drastis,” ungkap Ketua IKA GMNI Manado ini.
“Padahal pada sisi lain peningkatan kepercayaan publik ke Polda Sulut lagi meningkat untuk berbagai aspek, meski secara objektif masih ada beberapa kekurangan,” lanjut Putra Politisi Senior Partai Golkar Manado yakni Ronald Mapaliey.
Ia menuturkan, Dengan konferensi pers barusan dari Pihak Polda Sulut, bisa dipantau jelas dari berbagai komentar masyarakat dan gerakan solidaritas tercipta apa adanya.
“Contohnya, beredarnya pernyataan sikap dari Kerukunan Mahasiswa Katolik Unima, tentang darurat kekerasan seksual dan evaluasi total, fungsi advokasi BEM di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi,” ujarnya.
“Belum lagi aksi seribu lilin dari Solidaritas Mahasiswa Nusa Utara, ini sederhana dapat dibaca jelas. Publik menantikan keadilan bagi mendiang Evia Maria Mangolo, Serta mengharapkan Polda Sulut menjadi jembatan keadilan nya,” pukasnya.
