Imanuel Kaloh / Pewartasulut.id
TONDANO,
Komitmen zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano melakukan operasi dadakan tes urine secara menyeluruh, Selasa (13/01/25).
“Operasi ini adalah implementasi nyata dari program Zero Halinar yang dicanangkan Ditjen Pemasyarakatan. Program tersebut berfokus pada pemberantasan tiga hal utama: penyelundupan telepon seluler, pungutan liar, serta peredaran dan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Akhmad Sobirin Soleh.
Kata Sobirin, perangkat tes dan meja pemeriksaan telah disiapkan di area Lapas. Seluruh personel, mulai dari petugas keamanan, staf administrasi, hingga para warga binaan, antre untuk memberikan sampel urine mereka.
Sedangkan untuk proses dilakukan secara tertib dan transparan guna mendeteksi dini adanya indikasi penyalahgunaan narkotika.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen tanpa kompromi dan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba, baik bagi pegawai maupun warga binaan. Lapas harus menjadi tempat pembinaan yang bersih dan berintegritas.
Sobirin menyatakan bahwa tes urine serupa akan dilakukan secara berkala dan konsisten ke depan. Langkah ini diyakini dapat menanamkan disiplin, menjaga profesionalisme aparatur, serta memberikan efek jera yang kuat bagi seluruh penghuni lapas.
Untuk hasil lanjut Sobirin, pemeriksaan yang keluar pada hari itu memberikan kabar positif. Seluruh sampel urine dari pegawai dan warga binaan yang diuji dinyatakan negatif mengandung narkotika.
“Temuan ini menguatkan optimisme terwujudnya lingkungan Lapas yang bebas dari narkoba,” terangnya.
Keberhasilan operasi ini tambah dia, diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi reformasi birokrasi di sektor pemasyarakatan.
“Lapas Tondano bertekad terus membangun sistem yang lebih profesional, akuntabel, dan humanis, dimulai dari penegakan integritas di balik jeruji,” tutupnya.






