Sendirian, Yatim Piatu dan Terbaring Sakit di RS, Exel Soriton Asal Pinaling Dapat Uluran Kasih dari CEP

Exel yang terbaring sakit saat di doakan

MANADO, SatuUntukSemua.id – Kisah pilu dialami Exel Soriton (22), pemuda asal Desa Pinaling, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Sudah hampir setahun sejak tahun 2025 lalu, Exel harus berjuang melawan penyakit gangguan paru-paru seorang diri di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado.

Kepiluan itu bertambah karena Exel merupakan seorang yatim piatu. Tidak memiliki ayah, ibu, dan sanak saudara yang mendampingi selama perawatan.

Kondisi tersebut sampai ke hati Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. (H.C.) Christiany Eugenia Paruntu, S.E., S.Th., M.A., yang akrab disapa CEP.

Mendengar kabar tersebut, CEP tak tinggal diam. Sebagai bentuk kepedulian, mantan Bupati Minsel dua periode itu langsung mengambil langkah cepat. Merasa tersentuh dengan kondisi Exel yang harus berjuang sendirian di usia muda, CEP menyampaikan rasa empatinya.

“Hati saya sangat terenyuh mendengar adik kita Exel Soriton yang masih berusia 22 tahun harus berjuang melawan penyakit paru-paru selama hampir setahun dalam keadaan yatim piatu dan sendirian,” ujar CEP.

Melihat status Exel yang sudah tidak memiliki orang tua, CEP menegaskan bahwa sudah menjadi tugas sesama manusia untuk saling hadir menjadi keluarga.

“Dia sudah tidak punya ayah dan ibu, tidak punya sanak saudara. Kalau bukan kita yang peduli siapa lagi? Di saat seperti inilah kita harus hadir menjadi keluarganya,” lanjutnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian tersebut, CEP mengaku telah memerintahkan tim relawan untuk turun langsung ke rumah sakit.

“Saya sudah perintahkan tim untuk menjenguk langsung dan memberikan bantuan. Semoga santunan ini bisa sedikit meringankan beban pengobatannya. Sampaikan kepada Exel bahwa dia tidak sendiri, kami semua mendoakan untuk kesembuhannya,” tutup CEP.

Kepedulian CEP terhadap Exel, menjadi bukti nyata kehadiran seorang pemimpin ditengah kesulitan rakyatnya. Di saat Exel merasa sendiri, hadirnya uluran kasih dari CEP mengingatkan bahwa kemanusian masih hidup dan negara masih hadir lewat wakil rakyatnya. (***)

Pos terkait