Kepuasan Kinerja Presiden Prabowo Anjlok Tajam, Ini Penyebabnya

JAKARTA, SatuUntukSemua.id — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan yang sangat tajam. Dalam waktu kurang dari setahun, angka kepuasan turun drastis dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi hanya 44,5 persen pada Oktober 2026. Sebaliknya, warga yang menyatakan kurang atau tidak puas naik dari 16 persen menjadi 53,4 persen.

 

Bacaan Lainnya

Demikian hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo” yang disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Pengambilan data dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden di seluruh Indonesia, dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ia menjelaskan, penurunan kepuasan ini erat kaitannya dengan penilaian publik yang memburuk terhadap tiga aspek utama: kondisi ekonomi, kondisi politik, dan penegakan hukum.

Survei menunjukkan kesenjangan yang nyata dalam penilaian tersebut. Dari warga yang menilai kondisi ekonomi nasional baik atau sangat baik, sebanyak 87 persen menyatakan puas dengan kinerja presiden.

Dari warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk, hanya 23 persen yang merasa puas. Pola serupa terlihat pada penilaian kondisi politik, yakni 83 persen berbanding 24 persen, serta pada penegakan hukum, 73 persen berbanding 24 persen.

Saat ini, warga yang menilai kondisi ekonomi buruk telah menjadi mayoritas, yaitu mencapai 50,8 persen.

Penilaian terhadap dua program unggulan pemerintah juga turut memengaruhi tingkat kepuasan publik.

Pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), 79 persen warga yang sangat puas dengan pelaksanaannya menyatakan puas pada kinerja presiden.

Dari warga yang tidak puas sama sekali dengan MBG, hanya 15 persen yang merasa puas.

Pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dari warga yang sangat yakin program ini akan berjalan maju, 62 persen puas pada kinerja presiden.

Dari warga yang tidak yakin sama sekali, hanya 17 persen yang menyatakan kepuasannya.

“Penurunan tajam kepuasan pada presiden ini berhubungan dengan penilaian atas kondisi makro ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang memburuk. Ini juga konsisten dengan penilaian negatif warga terhadap kerja pemerintah menangani masalah-masalah mendesak, serta buruknya penilaian warga terhadap program unggulan pemerintah, MBG dan KDMP,” jelas Deni.

Secara teknis, populasi survei mencakup seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah.

Untuk warga pemilik telepon seluler, sebanyak 1.013 responden diwawancarai melalui telepon dengan metode double sampling.

200 responden yang tidak memiliki ponsel diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. (Red2)

Pos terkait