Bawa Panah Wayer dan Badik, 5 Pemuda di Amurang Diamankan Tim Resmob Polres Minsel

Lima Pemuda yang Diamankan Tim Resmob Polres Minsel

MINSEL, SatuUntukSemua.id – Tim URC Resmob Sat Reskrim Polres Minahasa Selatan mengamankan 5 orang pemuda yang kedapatan memiliki dan membawa senjata tajam jenis pisau badik serta panah wayer tanpa izin.

Pengamanan dilakukan pada Rabu, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WITA di Desa Kilometer Tiga, Kelurahan Buyungon dan Kelurahan Lewet, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Kasat Reskrim Polres Minsel, Iptu Stefi Sumolang, S.H., M.H. mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya sekelompok anak muda yang membawa panah wayer.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob langsung bergerak dan mengamankan para terduga di rumah mereka masing-masing.

“Saat diinterogasi, para terduga kooperatif dan menceritakan kronologis pembuatan panah wayer tersebut. Selanjutnya kami amankan ke Mako Polsek Amurang untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Stefi Sumolang.

Dari tangan para terduga, polisi menyita barang bukti berupa 3 buah anak panah wayer, 3 buah pelontar, dan 1 senjata tajam jenis pisau badik.

Adapun para terduga yang diamankan masing-masing berinisial VP (17), PU (15), ML (15), PT (14), dan ER (20). Sebagian besar dari mereka masih berstatus pelajar.

Saat ini kelima pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Amurang guna proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim juga memberikan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan anak muda di Minsel.

“Kami menghimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak kita terlibat membawa senjata tajam seperti panah wayer dan badik yang sangat berbahaya dan bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Iptu Stefi.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak tegas siapapun yang kedapatan membawa sajam tanpa izin.

“Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan. Kami minta anak-anak muda di Amurang dan Minsel pada umumnya untuk tidak ikut-ikutan membawa sajam, fokuslah pada sekolah dan kegiatan positif,” pungkasnya. (***)

Pos terkait