Jakarta, SatuUntukSemua.id – Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar resmi melakukan revitalisasi struktur kepengurusan. Langkah strategis ini menandai dimulainya babak baru konsolidasi organisasi dalam rangka menghadapi agenda politik nasional ke depan.
Dalam komposisi pengurus yang baru, Sulhan Manggabarani dipercaya menduduki posisi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen). Penunjukan Sulhan menjadi bagian dari strategi penguatan internal, khususnya pada Bidang Pemenangan Pemilu yang menjadi fokus utama PP AMPG ke depan, Jumat (12/06/2026).
Revitalisasi ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika politik yang menuntut organisasi sayap Partai Golkar untuk bergerak lebih cepat, solid, dan adaptif terhadap perubahan. Struktur baru diharapkan mampu menjadi mesin penggerak konsolidasi kader hingga ke akar rumput.
Langkah revitalisasi PP AMPG kali ini menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya loyal, tetapi juga memiliki kapasitas kerja nyata. Kombinasi antara kader senior yang berpengalaman dan darah muda yang berenergi menjadi kunci dalam menjaga marwah organisasi sekaligus menjawab tantangan elektoral.
Dengan menempatkan Sulhan Manggabarani di posisi strategis Wasekjen, PP AMPG mengirimkan sinyal politik bahwa pemenangan Pemilu tidak bisa ditawar. Seluruh potensi kader muda akan digerakkan untuk memastikan suara pemilih muda, pemilih pemula, dan basis tradisional Golkar kembali menguat di setiap daerah.
Waksejen PP AMPG yang baru dilantik, Sulhan Manggabarani, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) ini, menyampaikan komitmennya usai penunjukan tersebut. Menurutnya, kepercayaan ini merupakan amanah besar. Di tengah tantangan politik yang semakin dinamis.
“AMPG harus menjadi lokomotif yang menggerakkan kader muda untuk turun langsung menyapa masyarakat. Saya siap bekerja cepat, solid, dan turun ke lapangan. Target kita jelas, memenangkan Partai Golkar di Pemilu mendatang,” tegas Sulhan.
Ketua Umum PP AMPG, Datuk Said Aldi Al Idrus, menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah korektif untuk menyegarkan struktur organisasi.
“Kita butuh kecepatan, soliditas, dan inovasi. Komposisi kepengurusan baru ini adalah kombinasi kader berpengalaman dan darah muda yang siap tempur untuk memenangkan Partai Golkar,” tegas Said.
Menurutnya, AMPG tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial.
“AMPG harus hadir sebagai garda terdepan dalam menggalang suara pemilih muda dan memastikan setiap target pemenangan Partai Golkar di Pemilu mendatang tercapai,” ujarnya.
Dengan struktur baru yang lebih ramping dan berorientasi pada kerja lapangan, PP AMPG menargetkan penguatan jaringan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Konsolidasi pemilih muda akan menjadi prioritas utama, seiring upaya Partai Golkar mempertahankan posisinya sebagai partai pemenang. (***)
