Purna Tugas Pimpin Golkar Sulut, Bahlil Beri Sinyal CEP Masuk Jajaran DPP

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat diwawancarai awak media.

Manado, SatuUntukSemua.id – Christiany Eugenia Paruntu (CEP) resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara periode 2017-2025. Setelah hampir delapan tahun menakhodai partai berlambang beringin di Bumi Nyiur Melambai. Nama CEP kemudian kini diproyeksikan bakal segera bergabung dengan struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Sinyal bakal bergabungnya CEP sebagai pengurus DPP Partai Golkar disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Pernyataan tersebut muncul di tengah momentum konsolidasi partai Golkar Sulut pasca berakhirnya kepengurusan.

Selama memimpin Golkar Sulut, CEP dikenal sebagai salah satu ketua DPD yang aktif menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat akar rumput. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Sulut berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu partai besar dengan raihan kursi yang signifikan di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, sejumlah kader Golkar juga sukses memenangkan Pilkada di beberapa daerah saat CEP menjabat.

Dengan berakhirnya masa jabatan di DPD I, langkah politik CEP selanjutnya menjadi sorotan. Masuknya CEP ke struktur DPP dinilai sebagai bentuk apresiasi atas kerja dan loyalitasnya selama ini. Posisi di DPP juga akan memperkuat keterwakilan tokoh dari Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, di kepengurusan pusat.

Saat ini internal Golkar Sulut tengah bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua baru. Sementara CEP disebut-sebut akan fokus membantu kerja-kerja DPP Partai Golkar menghadapi agenda politik nasional ke depan.

“Ibu CEP sudah selesai mengabdi dengan sangat baik di Sulawesi Utara. Beliau adalah kader terbaik yang kami miliki. Saya sudah bicara, dan kita butuh tenaga serta pengalaman beliau di DPP. Jadi tidak menutup kemungkinan CEP akan bergabung membantu saya di struktur pusat,” kata Bahlil.

“Sebagai kader, saya selalu siap ditugaskan partai di mana pun. Saya bersyukur bisa menyelesaikan amanah sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut periode 2017-2025. Terima kasih untuk seluruh kader dan masyarakat Sulut. Soal ke DPP, saya ikut arahan Ketua Umum. Yang pasti, pengabdian saya untuk Golkar dan rakyat tidak akan berhenti,” ucap CEP.

Dengan berakhirnya periode kepemimpinan di Golkar Sulut, CEP menutup lembaran pengabdian di daerah dengan catatan prestasi. Kini, publik menanti kiprahnya di panggung nasional. Jika restu Bahlil benar terealisasi, maka suara Sulawesi Utara akan semakin nyaring di DPP Partai Golkar.

Delapan tahun bukan waktu yang singkat. CEP meninggalkan DPD I Golkar Sulut dengan warisan konsolidasi dan kemenangan yang nyata. Kini tongkat estafet daerah akan berganti, sementara dirinya bersiap menjawab panggilan tugas baru.

Dari Manado menuju pusat, langkah CEP belum selesai, justru baru akan menantang cakrawala yang lebih luas. (***)

Pos terkait