Tomohon,satuuntuksemua.id- Di bawah kepemimpinan Indra Sukma, S.H., M.M., Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon terus memperlihatkan keseriusannya dalam membentuk masa depan generasi muda yang tengah berhadapan dengan hukum.
Saat ini, tercatat 61 warga binaan anak mengikuti program pembinaan yang dirancang secara intensif dan terarah.
Kalapas Indra Sukma menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembinaan dilaksanakan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Fokus utama tidak hanya pada pembinaan kepribadian dan kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan pendidikan. Para anak binaan tetap mendapatkan hak belajar melalui jalur pendidikan non-formal atau program paket, sehingga proses akademik mereka tetap berjalan.
“Pembinaan di sini bukan sekadar menjalani masa hukuman, tetapi bagaimana mereka dipersiapkan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat,” jelas Indra.
Tak hanya di ruang kelas, aktivitas produktif juga tampak di bengkel kerja (workshop) LPKA Tomohon. Berbagai pelatihan keterampilan diberikan, mulai dari menjahit, pertanian dan perkebunan, hingga pembuatan furnitur. Hasilnya pun mulai menuai apresiasi.
Produk mebel seperti meja dan kursi karya anak binaan kini telah diminati masyarakat. Pesanan terus berdatangan, menjadi bukti bahwa hasil karya mereka memiliki kualitas dan nilai jual. Pihak LPKA bahkan membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memesan produk secara langsung.
Menurut Indra Sukma, keberhasilan pembinaan sejati bukan hanya terlihat selama anak-anak berada di dalam lembaga, melainkan ketika mereka mampu bangkit dan berdaya setelah kembali ke lingkungan sosialnya. Ia berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar para lulusan LPKA tidak lagi mendapat stigma negatif.
“Kami ingin pembinaan ini berkelanjutan. Ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka bisa diterima dan bahkan menjadi inspirasi berdasarkan pengalaman yang telah dilalui,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, LPKA Kelas II Tomohon juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai instansi dan pihak terkait guna mendukung pemasaran produk hasil karya warga binaan.
Sinergi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang, sekaligus menjadi langkah nyata membangun masa depan anak-anak sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.
