Manado,satuuntuksemua.id- Polda Sulawesi Utara merilis hasil evaluasi pelaksanaan pekan pertama Operasi Kepolisian Kewilayahan “Keselamatan Samrat 2026” yang digelar sejak 2 hingga 8 Februari 2026. Dari data yang dihimpun, terjadi peningkatan cukup signifikan dalam penindakan pelanggaran lalu lintas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, mengatakan selama tujuh hari pelaksanaan operasi, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut bersama seluruh jajaran Polres mencatat 2.720 tindakan hukum, atau naik sekitar 36 persen dibandingkan tahun 2025.
“Peningkatan ini menunjukkan keseriusan jajaran Polda Sulut dalam menegakkan aturan demi menciptakan keselamatan berlalu lintas,” ujar Kombes Pol Alamsyah, Selasa (10/2/2026).
Dari total penindakan tersebut, mayoritas berupa teguran sebanyak 2.039 kali. Selain itu, pelanggaran yang terekam melalui ETLE mencapai 370 kasus, sementara tilang manual (non-ETLE) tercatat 158 tindakan.
Petugas juga menindak 119 kendaraan pribadi yang disalahgunakan sebagai angkutan umum, serta menemukan 34 pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL).
Untuk wilayah, Polres Bitung menjadi satuan dengan jumlah teguran terbanyak yakni 433 kali, disusul Polresta Manado dengan 385 teguran, dan Polres Minahasa Selatan sebanyak 225 teguran.
Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas pada minggu pertama operasi mencatat 34 kejadian di seluruh wilayah hukum Polda Sulut.
Akibat kecelakaan tersebut, 2 orang meninggal dunia, 4 orang mengalami luka berat, dan 35 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp28.450.000.
Wilayah Polresta Manado tercatat sebagai daerah dengan angka kecelakaan tertinggi yakni 16 kasus, diikuti Polres Minahasa sebanyak 5 kasus, serta Polres Bitung dengan 4 kasus.
Menanggapi kondisi tersebut, Kombes Pol Alamsyah menegaskan bahwa Polda Sulut terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya melalui peningkatan kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) yang naik hingga 159 persen.
“Selama operasi berjalan, kami melaksanakan 214 kegiatan penyuluhan, 386 kegiatan sosialisasi keselamatan, termasuk program Police Goes to School.
Selain itu, patroli juga ditingkatkan di titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta dilakukan pemeriksaan rutin terhadap pengemudi dan armada bus untuk memastikan kelaikan jalan,” pungkasnya.
